Connect With Us

Terkendala Akses Alat Berat, Satpol PP Terpaksa Bongkar Manual Puluhan Bangli di Sungai Cirarab

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 13 April 2026 | 22:19

Petugas Satpol PP melakukan pembongkaran bangli secara manual di sepanjang bantaran Sungai Cirarab, Kabupaten Tangerang, Senin 13 April 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Upaya normalisasi Sungai Cirarab untuk mengantisipasi banjir di Kabupaten Tangerang menemui kendala.

Meski puluhan bangunan liar (bangli) telah ditargetkan rata dengan tanah, keterbatasan akses alat berat memaksa petugas di lapangan bekerja ekstra keras menggunakan cara manual.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang mulai melakukan penertiban di sepanjang bantaran sungai sejak Minggu 12 April 2026.

Sebanyak 71 personel dikerahkan ke dua titik utama, yakni Kecamatan Pasar Kemis dan Kecamatan Sepatan. Namun, operasi yang semula diprediksi bisa berjalan cepat justru terhambat oleh medan yang sulit dijangkau kendaraan berat.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang Ana Supriyatna, mengakui bahwa proses pembongkaran tidak bisa sepenuhnya mengandalkan mesin.

Akses menuju lokasi yang sempit dan berada tepat di bibir sungai membuat alat berat tidak bisa masuk ke titik-titik tertentu.

"Proses penertiban diperkirakan berlangsung selama tiga hari. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan akses alat berat menuju lokasi, sehingga sebagian pembongkaran dilakukan secara manual oleh petugas di lapangan," ujar Ana, Senin 13 April 2026.

Akibat kendala teknis ini, para personel Satpol PP yang didampingi unsur TNI dan Polri harus berjibaku merobohkan material bangunan menggunakan peralatan seadanya untuk memastikan area tersebut bersih sesuai patok yang ditetapkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung–Cisadane.

Penertiban ini menyasar total 62 bangunan yang berdiri di atas badan air maupun Garis Sempadan Sungai (GSS), yakni 41 bangunan di kawasan Pasar Kemis dan 21 bangunan di Kecamatan Sepatan.

Langkah tegas ini diambil guna mendukung program normalisasi sepanjang 700 meter aliran Sungai Cirarab. Berdasarkan ketentuan teknis, area yang harus dikosongkan mencakup Badan Air (BA) sekitar ±20 meter dan Garis Sempadan Sungai (GSS) sekitar ±15 meter dari tepi sungai.

Keberadaan puluhan bangunan tersebut selama ini dinilai menjadi kendala utama yang menghambat proses normalisasi Sungai Cirarab dan memicu banjir di wilayah Kabupaten Tangerang.

Dengan penataan ini, pemerintah daerah berharap fungsi sungai kembali optimal dan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat terdampak banjir.

SPORT
Pastikan Kelancaran MotoGP Mandalika 2026, PLN Siapkan 500 Personel dan Sistem Listrik Berlapis

Pastikan Kelancaran MotoGP Mandalika 2026, PLN Siapkan 500 Personel dan Sistem Listrik Berlapis

Senin, 14 September 2026 | 11:09

PT PLN (Persero) menyiapkan sistem kelistrikan berlapis untuk mendukung pelaksanaan MotoGP 2026 di Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Sabtu, 12 September 2026 | 17:08

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.

HIBURAN
Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel 

Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel 

Selasa, 15 September 2026 | 14:46

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pilihan makan siang akhir pekan melalui program “All Around Asia” di Yin & Yum All Day Dining.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill