TANGERANGNEWS.com-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 311,8 Hektare lahan sawah di wilayahnya terancam gagal panen atau Puso akibat kemarau panjang.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono mengatakan luas lahan pertanian yang terancam mengalami gagal panen berpotensi bertambah seiring meluasnya kekeringan yang disebabkan fenomena El Nino Godzilla di wilayah tersebut.
"Berdasarkan data per tanggal 14 September area terdampak Puso seluas 311,8 Hektare. Diperkirakan akan bertambah sejalan dengan kondisi iklim sesuai dengan prakiraan cuaca dari BMKG," ujarnya, Selasa 15 September 2026.
Ujang menjelaskan, luas lahan pertanian yang terancam mengalami gagal panen tersebut tersebar di 17 Kecamatan yang berada di Kabupaten Tangerang.
Adapun sebaran kecamatan yang berpotensi mengalami gagal panen meliputi Cisoka, Tigaraksa, Gunung Kaler, Kronjo, Solear, Panongan, Teluknaga, Mekar Baru, Jambe, Pakuhaji, Sindang Jaya, Rajeg, Kemeri, Sukadiri, Mauk, Sukamulya dan Kresek.
"Tersebar di 17 Kecamatan dan 27 Desa," ungkapnya.
Ujang menyebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang telah menyiapkan benih pengganti untuk para petani yang lahannya mengalami gagal panen akibat kemarau ekstrem.
"Pemkab Tangerang berkolaborasi dengan Pemprov Banten untuk menyiapkan benih pengganti," katanya.
Sebelumnya diberitakan, BPBD Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang memasuki status Awas Bencana Kekeringan imbas kemarau ekstrem.
Wilayah tersebut tercatat mengalami kekeringan dalam periode 1 Juli hingga 12 September 2026.
Status awas bencana kekeringan ditetapkan untuk wilayah yang berpotensi mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari serta diperkirakan memiliki curah hujan yang sangat rendah.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tangerang, 25 wilayah yang memasuki status Awas kekeringan sendiri meliputi Kecamatan Balaraja, Cikupa, Cisauk, Curug, Gunung Kaler, Jambe, Jayanti, Kelapa Dua, Kresek, Kronjo, Kosambi, serta Legok.
Kemudian Kecamatan Mauk, Mekar Baru, Pagedangan, Pakuhaji, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, Sepatan Timur, Solear, Sukadiri, Sukamulya, Teluknaga dan Tigaraksa.
"Hampir seluruhnya itu. Karena ada hujan pun hanya gerimis ya, paling sekitaran Tigaraksa gitu. Tapi kan malah itu yang terbanyak jumlah kebakarannya," ujar Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik.