Connect With Us

Kemarau Ekstrem, 25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Status Awas Kekeringan

Muhamad Yusri Hidayat | Selasa, 15 September 2026 | 12:54

BPBD Banten menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 25 Kecamatan di wilayahnya memasuki status Awas Bencana Kekeringan imbas kemarau ekstrem yang disebabkan fenomena El Nino Godzilla.

‎Status tersebut ditetapkan untuk wilayah yang berpotensi mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari serta diperkirakan memiliki curah hujan yang sangat rendah.

‎Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan dari 29 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang 25 di antaranya memasuki status Awas Bencana Kekeringan. 

‎"Kekeringan itu hampir di seluruh kecamatan, itu enggak ada hujan," ujarnya, saat diwawancarai Tangerangnews, Selasa 15 September 2026.

Taufik mengungkapkan, 25 Kecamatan tersebut memasuki status awas bencana kebakaran berlaku sejak peringatan dini bencana kekeringan yang dikeluarkan BMKG pada Dasarian II September 2026, yakni 11-20 September 2026 hingga 60 hari kedepan. 

‎"Sejak dibuat prakiraan oleh BMKG, selesai sih harapan secepatnya," ungkap Taufik. 

‎Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tangerang ke-25 wilayah tersebut meliputi Kecamatan Balaraja, Cikupa, Cisauk, Curug, Gunung Kaler, Jambe, Jayanti, Kelapa Dua, Kresek, Kronjo, Kosambi, serta Legok. 

‎Adapun, wilayah lainnya Mauk, Mekar Baru, Pagedangan, Pakuhaji, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, Sepatan Timur, Solear, Sukadiri, Sukamulya, Teluknaga dan Tigaraksa. 

‎"Hampir seluruhnya itu. Karena ada hujan pun hanya gerimis ya, paling sekitaran Tigaraksa gitu. Tapi kan malah itu yang terbanyak jumlah kebakarannya," ujar Taufik.

‎Selain itu, sejak periode 1 Juli hingga 12 September 2026, tercatat 73 desa/kelurahan dari 25 Kecamatan mengalami kekeringan dengan warga terdampak mencapai 62.076 jiwa dari 23.430 kepala keluarga (KK).

‎Untuk menangani dampak kekeringan, BPBD Kabupaten Tangerang telah mendistribusikan air bersih sebanyak 330 kali pengiriman ke 178 titik yang terdampak.

Taufik menuturkan bencana kekeringan ini masih dapat ditangani oleh Pemkab Tangerang. Oleh karena itu, pihaknya masih belum akan menetapkan status siaga bencana kekeringan.

‎"Untuk kebakaran dan suplai air itu seluruhnya bisa kita layani bersama, terutama suplai air ya bisa dibantu oleh PDAM, PMI, bahkan pihak swasta. Apabila kekeringan ini terus-menerus kemudian meluas, baru kita akan lakukan siaga bencana," ungkapnya. 

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

NASIONAL
Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41

Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill