Connect With Us

Tak Saling Kenal, Pengeroyoan Anggota TNI AD hingga Tewas Diduga Dipicu Salah Paham di Tempat Makan

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:12

Ilustrasi pengeroyokan (@TangerangNews / Redaksi)

TANGERANGNEWS.com-Jajaran kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang merenggut nyawa seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD) berinisial Prada ABS di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu 19 Juli 2026, lalu.

Terbaru, total ada 7 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden berdarah yang menewaskan anggota satuan YonTP 804 Cenderawasih Papua tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Wira Graha Setiawan mengungkapkan bahwa penambahan jumlah tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan intensif yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Sebelumnya kami tetapkan empat orang berinisial BR, RR, MKN, dan EYR. Saat ini bertambah tiga lagi, jadi sebanyak tujuh tersangka," ujar Wira, Rabu 22 Juli 2026.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, korban yang tewas dengan 10 luka tusuk ini diduga dipicu perselisihan akibat kesalahpahaman di salah satu tempat makan.

Cekcok tersebut berujung pada aksi pengejaran dan tindak kekerasan secara bersama-sama hingga korban tewas di tempat kejadian.

"Mereka melakukan kekerasan secara bersama-sama dan tidak saling kenal. Dugaan demikian (salah paham), namun motifnya sedang kami selidiki," ungkapnya.

Polisi juga merinci peran dari para pelaku yang terlibat. Tersangka BR, RR, dan MKN diketahui berperan ikut mengejar korban.

Sementara itu, tersangka berinisial EYR memegang peran paling fatal, yakni ikut mengejar, memukuli, hingga menusuk korban menggunakan sebilah pisau.

Saat ini, ketujuh tersangka telah diamankan dan dititipkan di ruang tahanan Polda Metro Jaya guna menjalani proses hukum lebih lanjut serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama penyidikan berlangsung.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

AYO! TANGERANG CERDAS
Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Rabu, 15 Juli 2026 | 19:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill