Connect With Us

Perbaikan Jalan Rusak di Utara Tangerang Berlangsung 150 Hari, Wilayah Ini Bakal Macet

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:23

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid memulai perbaikan jalan di wilayah utara Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memulai proyek perbaikan dan rekonstruksi infrastruktur jalan di kawasan utara.

Groundbreaking dilakukan di dua titik strategis, yakni ruas jalan Cadas – Sepatan – Jati dan Gardu – Tanah Merah, Rabu 29 Juli 2025.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan proyek ini dilaksanakan untuk menjawab keluhan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur serta guna memperlancar mobilitas ekonomi warga di wilayah utara.

"Alhamdulillah, hari ini kita meninjau dan memulai langsung perbaikan jalan yang sudah selesai proses tender lelangnya. Kita lakukan pengerjaan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah, karena anggaran pemkab juga diimbangi untuk alokasi bidang prioritas lainnya seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi," ujarnya.

Berdasarkan data teknis DBMSDA Kabupaten Tangerang, pengerjaan fisik di dua ruas jalan tersebut menggunakan spesifikasi beton berkualitas tinggi dengan ketebalan 30 cm dan mutu beton Fs 45 MPa.

Proyek ini ditargetkan selesai dalam 150 hari kalender, terhitung sejak 27 Juli hingga 23 Desember 2026. 

Pada ruas Jalan Cadas – Sepatan – Jati, dari total panjang 9,47 km kerusakan mencapai 3,43 km. Untuk total penanganan beton yang dikerjakan pada tahap ini 2,225 km dengan lebar bervariasi hingga 7–8 meter.

Segmen pengerjaan meliputi Jati – Sepatan sepanjang 1.035 meter, Cadas – Sepatan Segmen 2 sepajang 747 meter dan Cadas – Sepatan Segmen 1 sepanjang 443 meter.

Sedangkan pada ruas Jalan Gardu – Tanah Merah sekitar 4,25 km mengalami kerusakan dari total panjang ruas 8,41 km.

Total penanganan beton saat ini 2,63 km dengan lebar 7 meter, yang dibagi ke dalam beberapa segmen (Segmen 2, 3, 4, 5, dan segmen yang telah dilaksanakan.

Sisa ruas jalan sepanjang 1,62 km yang belum tertangani direncanakan masuk dalam alokasi anggaran berikutnya dan ditargetkan tuntas selambat-lambatnya pada tahun 2027.

 

Wilayah Terdampak Macet

Mengingat pengerjaan rekondisi jalan berfokus pada titik-titik (spot-spot) kerusakan berat yang membutuhkan pembongkaran jalan, potensi kemacetan akan terjadi di sejumlah wilayah selama masa konstruksi.

Di antaranya di Kecamatan Sukadiri, Sepatan, Pakuhaji, Mauk, dan sekitarnya.

"Selama masa pengerjaan 150 hari ke depan, tentu lalu lintas akan sedikit terganggu. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga dan pengguna jalan," pungkas Maesyal.

Dengan selesainya pengerjaan pada akhir Desember 2026 mendatang, diharapkan perekonomian warga di wilayah Kabupaten Tangerang bagian utara dapat tumbuh lebih cepat dan mendukung kelancaran transportasi masyarakat.

BISNIS
Semarak HUT RI, HSB Investasi Trading Cup Tantang Trader Asah Strategi Finansial

Semarak HUT RI, HSB Investasi Trading Cup Tantang Trader Asah Strategi Finansial

Senin, 10 Agustus 2026 | 19:28

Dinamika pasar keuangan yang bergerak cepat menuntut para trader untuk terus meningkatkan kapasitas, baik dalam membaca peluang maupun mengendalikan risiko.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill