Connect With Us

Stok Masker Menipis Imbas Abu Vulkanik, Pedagang di Tangerang Batasi Pembelian

Muhamad Yusri Hidayat | Rabu, 9 September 2026 | 17:32

Stok masker menipis di minimarket Kabupaten Tangerang imbas paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Ketersediaan masker di wilayah Kabupaten Tangerang mulai menipis menyusul lonjakan permintaan masyarakat akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

‎Hasil penelusuran TangerangNews di sejumlah toko, pengecer dan apotek masker mulai sulit ditemukan. Sebagian besar penjual mengaku stok mereka telah habis akibat tingginya permintaan masyarakat.

Sedangkan sejumlah toko yang masih memiliki stok masker mulai memberlakukan pembatasan pembelian guna mengantisipasi kehabisan persediaan.

Bahkan, beberapa pengecer hanya melayani penjualan secara satuan dan tidak mengizinkan pembelian dalam jumlah besar.

‎Salah seorang pengecer masker di wilayah Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rini mengatakan, permintaan masker di toko tersebut mulai meningkat sejak Minggu, 6 September 2026.

‎"Ramainya itu pas sore, setelah ramai imbauan pakai masker," ujar Rini, Rabu 9 September 2026.

‎Rini mengatakan sebagian besar konsumen ingin membeli masker dalam jumlah banyak. Namun, ia membatasi pembelian untuk menjaga ketersediaan stok agar dapat dijangkau oleh lebih banyak pembeli. Saat ini, masker dijual dengan harga Rp2 ribu per satuan.

‎"Rata-rata mereka mintanya per boks. Tapi saya cuma kasih satuan aja, paling 3 sampai 4 masker karena stok saya juga sedikit," jelas Rini.

‎Akibat kenaikan harga yang melonjak tajam di distributor toko daring, ia memilih untuk menghentikan sementara penambahan stok masker.

‎"Saya pesannya dari toko yang ada di shopee, stoknya juga sudah enggak ada, sekalinya ada juga harganya mahal banget. Biasanya satu boks itu Rp17 ribu, sekarang naik jadi Rp25 ribu, gimana saya mau jualnya," jelasnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi meminta warga untuk tidak memborong masker secara berlebihan akibat panik. 

‎Ia menegaskan bahwa meskipun penyebaran abu vulkanik harus diwaspadai, masyarakat diharapkan bisa tetap tenang dalam menghadapi situasi tersebut.

‎"Kita sudah menyampaikan imbauan, ada edaran juga dari pak Bupati, dari Kemenkes juga ada. Kita sampaikan memang harus kita laksanakan untuk menjaga kesehatan karena butir-butir abu vulkanik itu memang berbahaya," kaya Hendra.

‎Hendra menjelaskan paparan abu vulkanik yang terhirup hingga ke paru-paru berisiko memicu pendarahan hebat. Karena itu, warga yang bermobilitas di luar rumah sangat disarankan untuk selalu memakai masker.

‎Sementara itu, untuk mengatasi kelangkaan masker di pasar, pemerintah daerah bersama sejumlah pihak terkait secara konsisten menyalurkan masker gratis kepada warga.

KOTA TANGERANG
Kebut Pengerjaan, Menteri PUPR Targetkan Normalisasi Kali Angke Tangerang Rampung Desember 2026

Kebut Pengerjaan, Menteri PUPR Targetkan Normalisasi Kali Angke Tangerang Rampung Desember 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

TANGERANGNEWS.com-Upaya penanganan banjir di Kota Tangerang dan wilayah sekitarnya terus dikebut melalui proyek percepatan normalisasi Kali Angke.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill