Connect With Us

Mandek, Kerjasama PDAM dengan PT Moya Ditinjau Ulang

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 19 Agustus 2014 | 16:28

Logo PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANG-Kerja sama pengembangan air bersih PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang dengan PT Moya Indonesia akan ditinjau ulang. Pasalnya, proyek pengembangan dengan nilai investasi senilai Rp1,06 triliun yang diteken sejak tahun 2012 tersebut mandek.
 
Plt Dirut PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Tonny Wismantoro membenarkan bahwa ada ketertundaan dalam pengembangan air bersih. Hal tersebut disebabkan masalah administrasi seperti tarif.
 
Padahal pihaknya telah menargetkan pemasangan 8000 sambungan langsung di Perumahan Taman Royal, Kecamatan Cipondoh, yang masuk wilayah pengembangan Zona 1 (Cipondoh, Neglasari, Benda, dan Batu Ceper).
 
"Seharunya kalau sesuai target, 8000 pipa sambungan langsung itu sudah terpasang dan disalurkan air untuk pelanggan di sana. Tapi sampai sekarang belum, persoalan administrasi menyebabkan tertundanya pemasangan pipa," jelas mantan dewan pengawas PDAM Tirta Benteng itu, Selasa (19/8).
 
Selain itu, selama dua tahun bekerja sama, perusahaan asal Bahrain tersebut baru membangun satu Instalasi Perusahaan Air (IPA) berkapasasitas 500 liter per detik diatas tanah seluas 1 hektare di Kecamatan Neglasari.
 
 "Namun sampai saat ini, pembangunan baru mencapai 90 persen," katanya.
 
Masalah mandeknya pengembangan itu pun menjadi catatan di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Karena itu, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah akan melakukan renegosiasi terkait pejanjian kerjasama antara PDAM dengan PT Moya.
 
"Wali Kota melalui perintah BPK diminta untuk menindak lanjuti renegosiasi kerja sama tersebut. Apakah nantinya ada perubahaan terkait pengembangan zona, dari tiga zona menjadi satu zona saja. Atau perubahan nilai investasi, tetap Rp 1,06 triliun atau berkurang.  Hal ini sedang dikaji oleh wali kota dan mudah-mudahan renegosiasi segera selesai," jelas Tonny.
 
Anggota Pengawas PDAM Kota Tangerang Jazuli Abdillah juga tidak menampik jika pengembangan air bersih yang dilakukan PT Moya terhambat. Namun dia menilai proyek kerjasama itu tidak bisa dibilang gagal.
 
"Kerja sama dengan PT Moya ini adalah pengembangan SPAM (sistim penyediaan air minum), kalau dibilang mandek ya memang. Tapi gagal juga tidak, karena itu sedang dikaji ulang kerjasamanya untuk mencari jalan tengah," jelas mantan anggota KPU Kota Tangerang itu.
 
Wali Kota Tangerang Arief R Wismanyah beberapa waktu lalu mengatakan bahwa, pihaknya masih menunggu hasil laporan akhir audit BPKP terkait perjanjian kerjasama PDAM dengan PT Moya yang mengalami ketersendatan.  
"Sekarang kita tunggu laporan akhirnya, supaya nanti kerjasamanya seperti apa revisinya seperti apa yang harus kita evaluasi," jelasnya.
 
SPORT
Partai Balas Dendam Tersaji di Final Popda Banten, Kabupaten Tangerang Tantang Juara Bertahan

Partai Balas Dendam Tersaji di Final Popda Banten, Kabupaten Tangerang Tantang Juara Bertahan

Selasa, 16 Juni 2026 | 06:57

Final cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Banten 2026 akan menghadirkan duel sarat gengsi antara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang di Stadion Seruni, Kota Cilegon, Selasa, 16 Juni 2026.

KAB. TANGERANG
Honda Jazz Dirusak Massa di Citra Raya, Diduga Gegara Geber Knalpot Depan Tongkrongan

Honda Jazz Dirusak Massa di Citra Raya, Diduga Gegara Geber Knalpot Depan Tongkrongan

Senin, 15 Juni 2026 | 19:44

Aksi perusakan terhadap sebuah mobil oleh sejumlah massa terjadi di kawasan Lagoon Citra Raya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 14 Juni 2026, dini hari.

WISATA
BSD Bakal Punya Destinasi Wisata Baru Bertema Peternakan Seluas 3,8 Hektare

BSD Bakal Punya Destinasi Wisata Baru Bertema Peternakan Seluas 3,8 Hektare

Kamis, 11 Juni 2026 | 17:59

Destinasi wisata peternakan pertama dan satu-satunya di kawasan BSD City bernama bernama Dairyland at Hiera BSD segera hadir untuk memenuhi kebutuhan bermain keluarga modern di Jabodetabek.

OPINI
Pertamax Naik, Rakyat Kecil Ikut Tercekik

Pertamax Naik, Rakyat Kecil Ikut Tercekik

Senin, 15 Juni 2026 | 20:21

Kenaikan harga BBM jenis Pertamax seolah diposisikan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil karena harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan. Sekilas, kebijakan ini tampak tidak membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill