Connect With Us

Underpass Ciledug Memang Sering Banjir

| Minggu, 22 Maret 2009 | 16:48

TANGERANGNEWS.COM-Jalan bawah tanah (underpass) di Perempatan Ciledug, Kota Tangerang memang sering banjir. “Hampir setiap malam saya lewat sini (underpass), saya perhatikan sering sekali hujan sedikit saja langsung banjir jalan bawah ini,” ucapnya Taufik warga Cipondoh, hari ini. Senada dengan itu, sejumlah warga yang kerap beraktifitas di perempatan itu juga mengatakan hal yang sama. “Memang benar sering sekali banjir, sepertinya memang saluran airnya bermasalah,” ucap Rojali tukang ojek setempat. Proyek yang diharapkan masyarakat sekitar Ciledug mampu membebaskan perempatan itu dari kemacetan yang selama ini terjadi itu panjangnya mencapai 500 meter. Sedangkan lebarnya 20 meter dan tinggi 5,1 meter. Proyek Underpass Ciledug yang menelan dana hingga Rp42 miliar dikerjakan Jaya Kontruksi itu adalah satu paket dengan pembangunan jalan layang (flyover) di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tangerang yang dikerjakan Mira Yasa. (rangga)
BANTEN
Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:12

Komisi X DPR RI menyoroti sejumlah masalah di Banten. Fokus utama pada tingginya angka pemuda dalam kategori NEET atau tidak bekerja (not in employment), tidak bersekolah (education) dan tidak mengikuti pelatihan (training).

HIBURAN
Vapeo Vapestore: Toko Vape Paling Recommended di Kabupaten Tangerang

Vapeo Vapestore: Toko Vape Paling Recommended di Kabupaten Tangerang

Senin, 2 Februari 2026 | 10:11

Memilih toko vape yang tepat adalah kunci mendapatkan produk original dengan harga yang fair. Vapeo Vapestore telah menjadi pilihan utama para vaper di Kabupaten Tangerang

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill