Connect With Us

AB Dalang Narkotika Jaringan Internasional Tewas

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 17 April 2018 | 19:00

Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan saat menunjukan barang bukti narkotika jenis Heroin, Selasa (17/4/2018). (@TangerangNews/2018 / Achmad Irfan Fauzi)



TANGERANGNEWS.com-Sebanyak delapan pelaku pengedar narkotika di wilayah Tangerang yang berasal dari jaringan Internasional telah diamankan pihak kepolisian. Belakangan diketahui, sindikat tersebut dikendalikan oleh pria berinisial AB.

AB telah tewas ditembak polisi lantaran berupaya melawan saat hendak dilakukan penangkapan di kediamannya, wilayah Karawaci, Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan menjelaskan, AB merupakan bandar besar narkotika asal Malaysia.

"Satu pelaku kami tindak tegas dan meninggal di rumah sakit yaitu saudara AB bandar besar yang berhubungan dengan jaringan luar negeri," kata Harry saat jumpa pers di RSUD Tangerang, Selasa (17/4/2018).

Sepak terjangnya tak lagi diragukan. Sebab, AB merupakan resedivis pada kasus yang sama.

Dia pernah mendekam sebanyak dua kali di rumah tahanan kelas kakap yakni Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Dari tangannya saja, polisi menyita narkotika jenis Heroin seberat 1 Kg.

Tak hanya itu, di kediamannya pula, polisi mendapati pasport dan tiga buah kartu identitas diri yang digandakan olehnya. Hal ini dilakukannya agar bisa keluar masuk ke Malaysia.

"AB atau Abang sudah dua kali jadi resedivis yaitu sudah keluar dari Nusa Kambangan. Dia jaringan internasional asal Malaysia karena dia sudah bulak-balik ke sana," kata Harry.

Kini jasad AB berada di RSUD Tangerang. Sementara ke tujuh rekannya berada di Mapolres Metro Tangerang dan dijerat Pasal 114 Ayat 2 Subs Pasal 112 Ayat 2 Juncto Pasal 132 Ayat 1 UU RI No 35/2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana 20 tahun penjara atau seumur hidup.(RAZ/HRU)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Tinggalkan Rekan Diamuk Massa hingga Tewas, Buronan Kasus Begal di Legok Tertangkap

Tinggalkan Rekan Diamuk Massa hingga Tewas, Buronan Kasus Begal di Legok Tertangkap

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:53

Pelarian pria berinisial GJ, 25, pelaku begal sepeda motor yang sempat lolos dari amuk massa di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, akhirnya terhenti.

PROPERTI
Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:54

Besarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill