Connect With Us

Soal UN diduga Bocor, Disdik Datangi SMA 12

| Rabu, 24 Maret 2010 | 20:09

Kadis Pendidikan Kota Tangerang Zaenudin saat menangkap langsung pelajar yang kedapatan membolos. (tangerangnews / dens)

 
TANGERANGNEWS- Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Zaenudin melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SMA Negeri 12 Kota Tangerang . Sidak tersebut terkait ada dugaan kebocoran kunci jawaban uJian Nasional (UN) di sekolah itu.
 
Ketika mendengar informasi kebocoran, Zaenudin bersama pihaknya dari Dinas Pendidikan langsung mendatangi SMA Negeri 12. Dari informasi yang didapat, dinyatakan bahwa para siswa datang sangat awal ke sekolah. Hal tersebut disinyalir karena adanya pembagian kunci jawaban UN. Namun dari hasil sidak, pihaknya tidak menemukan adanya kebocoran yang dimaksud.
 
Zaenudin menjelaskan, sama sekali tidak ada kebocoran tentang jawaban UN, sebab soal dan lembar jawaban diambil dari rayon pukul sekitar 05.45 WIB dan dijaga ketat oleh pihak kepolisian. “Semua pengambilan soal dan lembar jawaban sesuai dengan prosedur yang berlaku. Ketika UN pun diawasi oleh Tim Pemantau Independen (TPI),” terangnya, Rabu (24/3).
 
Sementara terkait kedatangan siswa lebih pagi merupakan himbauan dari kepala sekolah khususnya bagi siswa yang rumah jauh. “Memang siswa dihimbau datang pukul 06.00 WIB agar siswa tidak telat ketika mengikuti UN,” ungkap Zaenudin.
 
Zaenudin menambahkan, ketika pengambilan soal dan lembar ujian di SMAN 12, semua pihak terkait telah menandatangi surat persetujuan. “Kepala Sekolah, pengawas, Tim Pemantau Independent, dan kepolisian sudah menandatangi surat tersebut,” tegasya.
 
Sedangkan Kepala Sekolah SMA Negeri 12 Kota Tangerang Nandang Suryana membenarkan jika dirinya memberikan himbauan kepada siswa untuk datang lebih awal agar tidak telat untuk mengikuti UN dan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal diluar jangkauan. Meski demikian, kata dia, semua prosedur pelaksanaan UN sudah berjalan dengan lancar.
 
 “Tapi siswa yang datang tidak diperbolehkan masuk ruangan kelas yang sudah disegel. Peraturan seperti  siswa tidak diperkenankan membawa HP dan tas harus diletakkan diluar ruangan juga sudah dijalani dengan benar,” imbuhnya.
 
Tim Pemantau Independent dari Universitas Budi Luhur, Satrio Yudo, yang melakukan pemantauan juga menjelaskan, untuk himbauan datang lebih awal kepada siswa memang tidak ada dalam peraturan UN. Pasalnya, sekolah mempunyai tanggungjawab yang cukup besar terhadap siswanya, maka boleh-boleh saja.
 
“Sekolah pasti lebih tau kondisi siswanya. Jadi hal ini diperbolehkan, karena kalau siswa yang tempat tinggalnya cukup jauh memang sebaikanya datang lebih awal untuk mengantisipasi keterlambatan,” paparnya.(rangga)

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

NASIONAL
BPJS Kesehatan Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Pemutihan Tunggakan Rp14 Triliun

BPJS Kesehatan Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Soal Pemutihan Tunggakan Rp14 Triliun

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:44

Rencana penghapusan tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang nilainya mencapai Rp14 triliun hingga kini masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah.

KAB. TANGERANG
83 Persen Wilayah Kabupaten Tangerang Krisis Air Bersih

83 Persen Wilayah Kabupaten Tangerang Krisis Air Bersih

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:49

Sebanyak 83 persen wilayah di Kabupaten Tangerang mengalami krisis air bersih. Data tersebut tertulis dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang Tahun 2025-2029.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill