Connect With Us

Kemacetan di Kota Tangerang, Dishub Usulkan Tutup U-Turn

| Minggu, 6 Februari 2011 | 16:19

Tampak petugas Dinas Perhubungan Kota Tangerang di tengah Jalan HOS Cokroaminoto. (tangerangnews / dira)

 
 
TANGERANGNEWS-Kemacetan di Kota Tangerang semakin parah. Menyusuri Jalan KH Hasyim Ashari mulai dari Jalan Hos Cokroaminoto serta disekitarnya, seperti di Jalan Raden Saleh dan Jalan Raden Fatah kondisi kemacetan pun sama parahnya.  Kemacetan ini terjadi setiap hari, mulai pagi, siang dan sore.
 
“Kalau di sekitar perempatan Ciledug, kemacetan terjadi karena banyak angkot (angkutan kota), yang berhenti menunggu giliran mendapat penumpang, saya nggak mau sebut itu terminal bayangan, tetapi angkot yang menunggu penumpang,” ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Factulhadi, kepada TangerangNews.com.
 
Namun, Factulhadi mengklaim, kemacetan ini telah berkurang karena sudah adanya underpass Ciledug. Pandangan TangerangNews.com, kemacetan tidak hanya karena adanya terminal bayangan disetiap sudut disekitar jalan tersebut. Namun, juga karena tidak berfungsinya lampu pengatur lalu lintas. Meskipun, lampu traffic light tersebut sebenarnya menyala. Sedangkan petugas kepolisian, hanya mengatur ditepian jalan. Ada pun petugas Dinas Perhubungan satu orang yang stanby dan berdiri mengatur di tengah badan jalan.
 
“Atas kemacetan itu, kami telah melakukan kajian. Hasilnya, memang beberapa jalan harus mengalami pelebaran dan U-turn-nya perlu dirubah. Selain itu, persimpangannya pun juga dibenahi,” terang Factulhadi.  
 
 
Kajian itu, menurut Factulhadi, akan diserahkan kepada Pemkot Tangerang untuk diteruskan ke Pemprov Banten. Diantaranya kajian itu, misalnya membenahi 19 titik persimpangan jalan mulai dari HOS Cokroaminoto dan KH Hasyim Ashari. Melebarkan kembali jalan HOS Cokroaminoto dan KH Hasyim Ashari masing-masing 10,5 meter dari jalan yang ada saat ini. “Sedangkan, U-turn, beberapa kita usulkan agar ditutup. Tetapi ini semua baru kajian yah, “ jelasnya. (DIRA DERBY)

BISNIS
Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:20

Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.

AYO! TANGERANG CERDAS
Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 08:18

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

TOKOH
Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56

Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill