Connect With Us

WFH ASN Tangsel Mulai Bermasalah, Sejumlah Pegawai Kedapatan Tak Tertib Presensi

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:31

Balai Kota Tangerang Selatan (Tangsel). (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com- Penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai memunculkan persoalan. 

Dalam evaluasi sebulan terakhir, ditemukan sejumlah ASN yang tidak tertib melakukan presensi saat bekerja dari rumah.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tangsel Wahyudi Leksono mengatakan, pelanggaran yang ditemukan beragam, mulai dari keterlambatan presensi hingga penggunaan keterangan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Ada pegawai yang tidak tertib saat melakukan presensi di rumah masing-masing,” ujar Wahyudi, Rabu, 13 Mei 2026, dikutip dari Kompas. 

Bahkan, ada ASN yang mengisi status “dinas luar” saat absensi, padahal dalam aturan seharusnya menjalani WFH dari rumah.

Meski tidak merinci jumlah ASN yang melanggar, Wahyudi mengakui temuan tersebut cukup menjadi perhatian.

“Kalau secara persentase, ya lumayanlah,” katanya.

Menurutnya, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diminta ikut bertanggung jawab melakukan pengawasan terhadap pegawai masing-masing selama kebijakan WFH berlangsung.

Pemkot Tangsel akan melakukan evaluasi terhadap sistem kerja fleksibel tersebut. Hasil evaluasi nantinya dilaporkan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai bahan penilaian kebijakan.

“Karena ini kebijakan baru, laporannya sudah kami susun untuk diserahkan ke BKN untuk dievaluasi,” ucapnya.

Di sisi lain, BKPSDM memastikan belum menemukan adanya manipulasi presensi menggunakan aplikasi tambahan maupun fake GPS. 

Sistem absensi ASN disebut telah menggunakan teknologi geolocation berbasis GPS untuk meminimalkan potensi kecurangan.

“Saya kira tim kita sudah melakukan antisipasi agar tidak ada hack atau data palsu,” kata Wahyudi.

Pemkot Tangsel juga rutin mengirimkan laporan evaluasi pelaksanaan WFH kepada BKN setiap bulan. “Setiap tanggal 4, kami mengirimkan laporan ke BKN,” pungkasnya.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

TEKNO
Telkomsel Hadirkan Paket Kuota 42 GB dan Jaringan 5G untuk Jemaah Haji 2026

Telkomsel Hadirkan Paket Kuota 42 GB dan Jaringan 5G untuk Jemaah Haji 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:16

Menyambut musim Haji 1447 H, Telkomsel kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran ibadah jemaah asal Indonesia.

TOKOH
Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56

Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.

AYO! TANGERANG CERDAS
Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 08:18

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill