Connect With Us

Guru Madrasah di Kabupaten Tangerang Curhat Ke DPRD, Bertahan Hidup dengan Gaji Rp65 Ribu Sebulan

Muhamad Yusri Hidayat | Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) Kabupaten Tangerang menyampaikan aspirasi kepada DPRD setempat. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Sejumlah guru yang berasal dari Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) Kabupaten Tangerang menyampaikan aspirasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, perihal kesejahteraan serta ketidakjelasan status kerja guru madrasah. 

‎Aspirasi ini disampaikan lantaran selama ini guru madrasah masih mengalami diskriminasi perhatian dibandingkan dengan tenaga pendidik yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan. 

‎Ketua PGMM Kabupaten Tangerang Nanan mengatakan selama ini guru madrasah kurang mendapatkan perhatian, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, yang membuat para tenaga pendidik di madrasah swasta harus bertahan hidup dengan penghasilan rendah.

‎"Guru madrasah ini ada yang gajinya Rp200 ribu, bahkan tadi ada yang mengungkapkan hanya Rp65 ribu per bulan," ujar Nanan dikutip pada Selasa 12 Mei 2026.

‎Ia berharap, dengan disampaikannya aspirasi ini, pemerintah dapat lebih memerhatikan guru madrasah hingga taraf hidup para tenaga pendidik tersebut dapat meningkat. 

‎"Kami datang ke DPRD dan sebelumnya juga ke Bupati Kabupaten Tangerang. Alhamdulillah aspirasi kami diterima dengan baik. Nantinya akan dibawa ke revisi undang-undang atau kebijakan yang akan diinisiasi pemerintah daerah," harapnya.

‎Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud menilai, kondisi yang dialami para guru madrasah itu berbanding terbalik dengan guru sekolah umum, yang sebagian sudah diangkat menjadi pegawai P3K maupun paruh waktu.

‎Oleh karena itu, pihaknya berencana memanggil Dinas Pendidikan untuk mengkaji regulasi pendidikan daerah, termasuk kemungkinan intervensi anggaran melalui APBD bagi madrasah.

‎"Dalam waktu dekat kami akan diskusi dengan Dinas Pendidikan dan TAPD, bagaimana APBD bisa mengintervensi madrasah. Entah dalam bentuk insentif guru maupun bantuan sarana dan prasarana," jelasnya.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill