Connect With Us

Atasi Polusi Udara, Pemkot Tangsel Berlakukan Denda Pembakar Sampah hingga Ekosistem EV

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 6 Mei 2026 | 13:20

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel TB Asep Nurdin. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Munculnya fenomena kabut tipis yang menyelimuti wilayah Tangerang Selatan dalam beberapa pekan terakhir menjadi alarm serius bagi kesehatan publik.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memilih langkah proaktif melalui pendekatan tanggung jawab bersama (shared responsibility) tanpa terjebak dalam narasi saling menyalahkan terkait polusi lintas batas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa Pemkot lebih memprioritaskan variabel polusi yang berada di bawah kendali penuh daerah, seperti emisi kendaraan dan praktik pembakaran sampah.

“Kami tidak akan mencari alasan teknis atau geografis untuk membenarkan kondisi ini. Fokus kami saat ini adalah solusi nyata melalui kebijakan progresif dan penegakan aturan secara ketat,” ujar Asep, Rabu 6 Mei 2026.

Sebagai bentuk akuntabilitas, Pemkot Tangsel kini membuka akses data kualitas udara secara real-time. Masyarakat dapat memantau langsung indeks kualitas udara harian melalui platform digital Tangsel ONE.

"Kami tidak menutupi data. Transparansi ini adalah dasar bagi kita untuk bergerak bersama. Jika data menunjukkan kategori tidak sehat, itu adalah alarm bagi kami untuk memperketat pengawasan di lapangan," tegas Asep.

 

Bakar Sampah Didenda Rp50 Juta 

Ketegasan Pemkot Tangsel juga diwujudkan melalui sanksi hukum yang berat. Praktik pembakaran sampah di pemukiman atau lahan kosong kini menjadi target utama penertiban.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku, pelanggar dapat dikenakan denda maksimal hingga Rp50 juta.

“Membakar sampah bukan cara mengelola limbah, melainkan sumber polutan berbahaya. Penegakan hukum ini dilakukan demi melindungi hak setiap warga untuk menghirup udara bersih,” tambahnya.

 

Bangun Ekosistem EV

Sebagai pusat destinasi belanja dan event internasional, Tangsel menghadapi tantangan unik berupa lonjakan ribuan kendaraan dari luar daerah setiap harinya. Emisi dari kendaraan pendatang ini menjadi variabel besar yang memengaruhi kualitas udara kota.

Untuk mengatasinya, Pemkot Tangsel terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik (EV) yang kini tumbuh pesat hingga 78 persen secara nasional.

Kawasan BSD hingga Bintaro kini telah dilengkapi ribuan titik pengisian daya (SPKLU). Namun, Asep mengingatkan bahwa teknologi hanya sebagian kecil dari solusi.

"Beralih ke transportasi umum yang sudah terintegrasi, seperti shuttle bus dan KRL, adalah cara paling instan untuk mengurangi beban emisi. Ini adalah momentum bagi kita untuk bersatu. Pemerintah menyediakan sistemnya, namun tangan masyarakatlah yang akan mengembalikan biru langit Tangerang Selatan," tutup Asep.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

TEKNO
Dukung Ekosistem EV, PLN Sabet Gelar Booth Pameran Terfavorit di GIIAS 2026

Dukung Ekosistem EV, PLN Sabet Gelar Booth Pameran Terfavorit di GIIAS 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 | 19:31

Ajang pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi menutup rangkaian kegiatannya melalui malam penghargaan Exhibitor Night yang dihelat di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Seskab Teddy Tinjau MPLS Sekolah Rakyat di Tangerang, Siap Tambah 100 Unit Tahun Ini

Seskab Teddy Tinjau MPLS Sekolah Rakyat di Tangerang, Siap Tambah 100 Unit Tahun Ini

Minggu, 9 Agustus 2026 | 21:05

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf. Teddy Indra Wijaya meninjau Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill