Connect With Us

Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 7 Mei 2026 | 21:47

Ratusan pelajar SMA/SMK di Kabupaten Tangerang mendapat penguatan karakter Pancasila dan pelatihan jurnalistik di Universitas Tangerang Raya (Untara), Rabu 8 Januari 2023. (@TangerangNews / Dimas Wisnu Saputra)

TANGERANGNEWS.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja. 

Salah satunya ialah jurusan seperti Akutansi, Tata Usaha, Sekretaris, hingga Manajemen menjadi yang paling dinilai mengalami kelebihan lulusan namun minim serapan industri.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, tingginya jumlah lulusan dari jurusan tertentu justru berkontribusi terhadap meningkatnya angka pengangguran di wilayah Banten.

“Ada beberapa jurusan SMK dikategorikan jenuh karena tingginya jumlah lulusan yang tidak sebanding dengan serapan lapangan kerja,” kata Andra dikutip dari Kompas, Kamis, 7 Mei 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Banten Jamaludin menjelaskan, evaluasi dilakukan karena banyak lulusan SMK dari jurusan tertentu kesulitan masuk ke dunia kerja.

Salah satunya jurusan akuntansi yang lebih banyak membutuhkan lulusan sarjana.

“Akuntansi misalnya, sekarang di bank lebih banyak menerima lulusan S-1. Lulusan SMK jarang diterima. Akhirnya, kalau mereka mau kerja tidak bisa, harus melanjutkan kuliah dulu,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sejumlah jurusan mulai dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri saat ini. 

Di beberapa daerah, peminat jurusan yang dinilai jenuh bahkan masih sangat tinggi, sementara peluang kerja semakin terbatas.

Sebagai gantinya, Pemprov Banten akan mulai mendorong pembukaan jurusan yang dinilai lebih dibutuhkan pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri. 

Jurusan seperti tata boga, perhotelan, teknik pengelasan, teknik kimia industri, hingga keperawatan disebut memiliki prospek lebih besar.

“Kemarin saya bertemu pihak Kementerian Tenaga Kerja, ada kebutuhan sekitar 600.000 tenaga kerja di luar negeri, salah satunya pengelasan dan perawat. Ini yang akan kami dorong,” kata Jamaludin.

Meski demikian, penghapusan jurusan tidak dilakukan secara langsung. Pemprov Banten akan mengurangi kuota penerimaan siswa secara bertahap karena sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pusat masih mencantumkan jurusan-jurusan tersebut.

“Kita tidak bisa tutup sepihak karena di pusat masih ada. Tapi, kita kurangi pelan-pelan,” pungkasnya.

HIBURAN
VIVERE Hotel Tangerang Gandeng Seniman Berkebutuhan Khusus Gelar Pameran Seni Bertema You See Me and I Feel You

VIVERE Hotel Tangerang Gandeng Seniman Berkebutuhan Khusus Gelar Pameran Seni Bertema You See Me and I Feel You

Selasa, 28 April 2026 | 08:01

Dalam rangka menyambut Bulan Autisme Sedunia, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bekerja sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy menggelar pameran seni bertajuk “You See Me and I Feel You”, yang berlangsung pada 24 April

BANTEN
Andra Soni Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Peluang dari Program MBG

Andra Soni Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Peluang dari Program MBG

Kamis, 7 Mei 2026 | 16:16

Gubernur Banten Andra Soni mendorong para pengusaha muda untuk menangkap peluang besar dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

AYO! TANGERANG CERDAS
Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.

TANGSEL
RTRW Tangsel Disahkan, DPRD Wanti-wanti Banjir dan Masalah Lingkungan Kian Mendesak

RTRW Tangsel Disahkan, DPRD Wanti-wanti Banjir dan Masalah Lingkungan Kian Mendesak

Rabu, 6 Mei 2026 | 19:35

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi menetapkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2026–2045

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill