Connect With Us

Budi Daya Maggot Diklaim Mampu Kurangi Sampah Organik Kota Tangerang hingga 15 Ton per Hari

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 8 Januari 2026 | 12:50

Larva Maggot yang ada di pengolahan sampah Maggot ITF (Intermediate Treatment Facility) Jatiuwung (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan memaksimalkan pengolahan sampah organik di Intermediate Treatment Facility (ITF) Jatiuwung dengan pengembangan budi daya maggot yang selama ini dinilai efektif menekan volume sampah harian.

Sampah organik yang berasal dari pasar, rumah sakit, hingga rumah makan tidak langsung berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan diolah lebih dulu melalui sistem pengelolaan maggot.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Tangerang Iwan menyampaikan, program ini telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir dan menunjukkan hasil signifikan. 

Setiap hari, ITF Jatiuwung mampu mengolah sekitar 10 hingga 15 ton sampah organik menjadi produk turunan berupa kompos.

“Sejauh ini hasilnya sangat luar biasa, kami bisa mengolah puluhan ton sampah organik lewat budi daya maggot menjadi kompos organik yang bisa dimanfaatkan masyarakat Kota Tangerang,” ujar Iwan, Rabu, 7 Januari 2026.

Ia menjelaskan, keberadaan fasilitas ini tidak hanya menghasilkan kompos, tetapi juga berdampak langsung pada berkurangnya beban Tempat Pembuangan Akhir Rawa Kucing.

Dengan berkurangnya sampah organik yang dikirim ke TPA, masa operasional Rawa Kucing dapat diperpanjang.

Menurut Iwan, Pemkot Tangerang menargetkan peningkatan kapasitas pengolahan sampah organik pada tahun ini agar jumlah sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan lebih jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami menargetkan pada tahun ini bisa meningkatkan kapasitas penyerapan sampah organik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga sampah organik yang masuk ke TPA Rawa Kucing bisa berkurang secara signifikan,” katanya.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill