Connect With Us

4 Pilar Kebangsaan Bukan Hafalan, Habib Idrus Dorong Peran Pemuda Tangerang di Era Digital

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 11 Februari 2026 | 20:03

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Idrus Al Jufri saat sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Idrus Al Jufri, memberikan pesan bagi generasi muda saat ini.

Ia menegaskan bahwa memahami empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, tidak boleh berhenti sebagai materi hafalan semata, melainkan harus diterapkan di era digital.

Pernyataan tersebut disampaikan Habib Idrus di hadapan ratusan mahasiswa dan pelajar dalam acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Jumat 7 Februari 2026, lalu.

 

Senjata Melawan Provokasi Digital

Menurut legislator dari Dapil Banten III ini, di tengah derasnya arus informasi yang sering kali memicu perpecahan, pemuda harus memiliki filter yang kuat.

Keempat pilar kebangsaan adalah instrumen utama untuk menjaga kewarasan dan kerukunan di ruang siber.

“Empat pilar ini bukan hanya materi hafalan. Ini adalah pedoman hidup berbangsa. Kalau generasi muda memahaminya, Indonesia akan tetap rukun dan kuat menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.

Ia merinci bagaimana nilai-nilai tersebut bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila menjadi pedoman moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional dalam berdemokrasi.

"Lalu, NKRI sebagai komitmen menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan bangsa, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia," jelasnya.

 

Menjadi Agen Literasi Kebangsaan

Habib Idrus tidak ingin anak muda hanya menjadi penonton di dunia digital. Ia mendorong mereka untuk menjadi agen literasi kebangsaan yang aktif memproduksi konten positif dan melawan narasi provokatif.

“Kita berbeda latar belakang, suku, dan agama. Justru perbedaan itu kekuatan kita. Anak muda harus berani menyebarkan narasi persatuan, bukan malah ikut-ikutan menyebar hoaks yang memecah belah,” imbuhnya.

Menutup materinya, Habib berharap sosialisasi ini melahirkan generasi yang cerdas secara akademik sekaligus kokoh secara karakter.

Baginya, masa depan Indonesia sangat bergantung pada bagaimana anak muda hari ini merawat toleransi.

“Anak muda hari ini adalah pemimpin masa depan. Mulailah dari hal sederhana: saling menghormati di kolom komentar, menjaga persaudaraan, dan selalu mengedepankan dialog. Dari situlah persatuan bangsa tumbuh,” pungkasnya.

BANDARA
Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Rabu, 9 September 2026 | 17:50

Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) jadi korban penipuan agen tiket bus bodong di media sosial.

SPORT
Pastikan Kelancaran MotoGP Mandalika 2026, PLN Siapkan 500 Personel dan Sistem Listrik Berlapis

Pastikan Kelancaran MotoGP Mandalika 2026, PLN Siapkan 500 Personel dan Sistem Listrik Berlapis

Senin, 14 September 2026 | 11:09

PT PLN (Persero) menyiapkan sistem kelistrikan berlapis untuk mendukung pelaksanaan MotoGP 2026 di Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026.

HIBURAN
Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel 

Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel 

Selasa, 15 September 2026 | 14:46

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pilihan makan siang akhir pekan melalui program “All Around Asia” di Yin & Yum All Day Dining.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill