Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
Menurutnya, RAPBD TA 2012 sebesar Rp 1,9 triliun ini akan diproyeksikan untuk belanja langsung sebesar 53,96 persen dan belanja tidak langsung sebesar 46,04 persen. "Belanja langsung itu terdiri dari pembangunan dan infrastruktur, sedangkan belanja tidak langsung seperti bantuan sosial, belanja pegawai, hibah dan belanja tidak terduga seperti bila terjadi bencana," terang Edy, Selasa (25/10).
Edy mengatakan, tingginya belanja langsung ini memang menjadi fokus Pemkot dan DPRD Kota Tangerang untuk infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Ketika pilar pokok tersebut tetap menjadi prioritas guna mendorong ekonomi rakyat.
"Dengan infrastruktur dan pendidikan yang baik serta ketersediaan sarana kesehatan akan menumbuhkan ekonomi masyarakat Kota Tangerang. Untuk itu pada proyeksi RAPBD TA 2012 mendatang, belanja langsung masih lebih tinggi," tuturnya.
Sementara untuk belanja tidak langsung sebesar 46,04 persen, lanjut Edy, lebih dominan digunakan untuk gaji pegawai Pemkot Tangerang. Edy menilai APBD Kota Tangerang dari tahun ketahun amatlah baik, besarnya belanja langsung yang dilakukan untuk peningkatan pembangunan di kota Tangerang mendorong ekonomi rakyat menuju lebih baik.
"Bila dilihat dari komposisi antara belanja langsung dengan belanja tidak langsungnya APBD Kota Tangerang cukup baik,” ucapnya.(RAZ)
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.
Marah hebat, stres berat, hingga kecemasan berlebihan sering kali dianggap sebatas persoalan emosional atau psikologis biasa.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews