Connect With Us

40 KK Terisolir Lahan Pengembang

| Selasa, 15 November 2011 | 19:29

Sebanyak 40 Kepala Keluargadi RW 07 yang tinggal di Kampung Pulo, Kelurahan Petir, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang melakukan aksi. (tangerangnews / rangga)

 
TANGERANG-Sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) di RW 07 yang tinggal di Kampung Pulo, Kelurahan Petir, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, terisolasi pembangunan Perumahan Greem Lake City, oleh pengembang PT Agung Sedayu Group.
 
 Pengembang diduga melakukan penggalian tanah dan membuat parit besar disekeliling kampung warga tersebut hingga tiga akses jalan dari Kampung Pulo menuju Kampung Petir, Gondrong dan Ketapang terputus. Akibatnya, warga tidak bisa keluar atau masuk kampung dengan kendaraan.
 
“Warga harus turun melewati tanah yang dikeruk dengan berjalan kaki. Jika hujan, tanah penuh dengan air, sehingga warga terpaksa menceburkan diri untuk bisa menuju rumah. Kalau,” kata salah seorang warga, H Mursad.
 
Awalnya penggalian sudah dilakukan pada Senin (14/11) malam, namun jalan umum masih bisa dilewati motor.

Kemudian pada Selasa (15/11), pukul 10.00 WIB, pengembang sudah menggali tangah lebih dalam sehingga jalan tidak bisa dilewati warga.
“Pengembang sama sekali tidak memberi tahu warga untukmelakukan penggalian,” tambah Mursad.
 
Mursad menduga hal ini dilakukan pihak pengembang Green Lake City agar warga mau menjual tanahnya dengan harga murah.

“Menurut warga, harga yang sesuai Rp 5 juta per meter, tapi pengembang menawar harga Rp 1,8 juta per meter. Karena belum ada kesepakatan, pengembang langsung melakukan penggalian dan pengurukan tanah disekitar rumah warga,” katanya.
 
Menurut Mursad, tertutupnya akses jalan ini membuat warga kesulitan untuk bekerja atau sekolah. “Ada sebanyak 40 KK yang terisolir dan sekitar 100 anak masih sekolah. Karena jalan ditutup, mereka jadi tidak bisa sekolah,” ungkapnya.
 
Sebelumnya, warga sempat mendemo Lurah Petir. Mereka meringsek masuk ke rumah Lurah dan menutut agar akses jalan dibuka serta tanah mereka dibeli dengan harga yang sesuai.
Menurut Lurah Petir, Matrobin, dirinya berpihak kepada warga. Terkait jalan warga yang dirampas PT ASG, kata Robin, dirinya tidak tahu sama sekali. "Sebagai wakil warga, saya tentu bela warga. Jadi tidak benar kalau saya di pihak pengembang," ucapnya di depan warga.
 
Matrobin berjanji, dirinya akan menanyakan pihak PT ASG terkait pengambilan jalan warga. "Saya coba agar dibuatkan jembatan supaya warga bisa lewat," katanya. (RAZ)

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill