Connect With Us

Mekanik Motor di Tangerang Kaget Ditagih Pajak McLaren Rp137 Juta, Diduga Korban Pencatutan Data

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:07

Mekanik bengkel motor di Pinang, Kota Tangerang, kaget ditagih pajak mobi sport McLaren sebesar Rp137 juta. (Gambar dibuat dengan AI) (Gemini AI / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Yudariansyah (Yuda), warga Kampung Sawah Dalam, Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, mendadak kaget usai mendapati namanya tercatat memiliki tunggakan pajak mobil sport mewah McLaren 570S AT senilai Rp137,4 juta.

Peristiwa tersebut terungkap saat petugas Samsat Ciledug mendatangi tempat tinggal Yuda untuk memverifikasi data lapangan pada Jumat 23 Oktober 2026.

Yuda yang menggantungkan hidup dari penghasilan pas-pasan sebagai mekanik bengkel motor ini mengaku heran dan merasa dirugikan karena tidak pernah memiliki kendaraan mewah senilai miliaran rupiah.

Atas temuan ini, Yuda meminta agar namanya dapat dibersihkan dari catatan tunggakan pajak.

"Saya pengen nama saya bersih lagi, enggak mau cacat karena kan itu menyangkut data pribadi sehari-hari," tuturnya, dikutip Senin 26 Oktober 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Samsat Ciledug Idam Kholid membenarkan kejadian tersebut setelah mengecek langsung kondisi tempat tinggal Yuda.

Menurutnya, lokasi rumah Yuda berada di dalam pemukiman padat dengan akses gang yang sangat sempit, sehingga tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda empat.

Dengan demikian mustahil ia dapat membeli mobil seharga Rp1,4 miliar tersebut.

"Ketika kita konfirmasi, dia (Yuda) bilang, 'saya mah kuli, boro-boro beli mobil mewah, makan aja harus nyari duit dulu tiap hari'," kata Idam mengutip pernyataan Yuda.

Idam menduga adanya praktik penyalahgunaan data pribadi yang melibatkan pihak penyedia jasa pembiayaan (leasing) dan showroom saat pembelian awal kendaraan tersebut.

"Kalau benar begitu berarti memang ada permainan leasing waktu pertama kali beli mobil di showroom pakai KTP orang," ujar Idam.

Samsat Ciledug menegaskan akan terus menelusuri penunggak pajak kendaraan mewah lainnya dan mengejar pemilik sebenarnya, baik atas nama perorangan maupun perusahaan, guna mengantisipasi agar tidak ada lagi warga yang dirugikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KOTA TANGERANG
Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:09

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memutusakan untuk menunda proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di badan Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill