Connect With Us

Polisi Tutup U-Turn depan RM Kawali Tangerang

| Rabu, 7 November 2012 | 21:08

Polisi (tangerangnews / rangga)

Reporter : Kun Athira
 
TANGERANG-Polres Metro Kota Tangerang menutup U-turn (putaran balik) di depan Rumah Makan Kawali, Jalan Jendral Sudirman, Cikokol, Kota Tangerang.
 
Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polres Metro Tangerang AKBP Pamudji menjelaskan, sedikitnya ada tiga alasan kepolisian menutup putaran arah dimaksud. “Hasil koordinasi kami dengan Dishub (Dinas Perhubungan) Kota Tangerang memang harus ditutup sementara ini. Banyak alasan untuk penutupannya,” jelas Pamudji.
 
Alasan yang dimaksud Pamudji antara lain, tingginya tingkat kemacetan diputaran itu. Dimana, akses jalan yang harusnya dibagi tiga jalur, hampir setiap kendaraan yang akan berputar memadatinya.
 
 “Terutama saat jam padat, diputaran itu sangat mengganggu akses lalulintas dan menyebabkan kemacetan,”ucapnya.
 
Kedua, lanjut Pamudji, alasan keselamatan pengguna jalan. Banyaknya kendaraan yang berputar mendadak di putaran tersebut, kerap menyebabkan kecelakaan. “Sudah banyak kecelakaan disana, penutupan kami lakukan juga bersamaan dengan evaluasi lalulintas yang sedang kami laksanakan,” ulasnya.
 
Dan alasan terakhir adalah untuk mengentaskan proyek ‘pak ogah” alias polisi cepe, yang kerap memaksakan kendaraan dalam kondisi macet untuk berputar di sana.  Khususnya, untuk mengutamakan kendaraan umum yang juga jadi biang kemacetan di putaran tersebut.
 
 
Namun, penutupan itu menuai protes sejumlah pengguna jalan. Pasalnya, penutupan putaran balik itu menambah panjang jarak putar kendaraan yang kini sampai kolong Fly Over.
 
Fahmi, warga Modernland mengatakan, sebelum ada penutupan, pihaknya cukup memutar di U-turn Kawali. Jarak itu cukup dekat dari pintu masuk Modernland dari arah Serpong.
 
“Putarannya jadi jauh. Sudah itu, ada lampu merah di kolong fly over yang bikin tambah macet,” ucapnya.
 
Selain Fahmi, keluhan juga diungkapkan sejumlah pengguna jalan lainnya. Bahkan terkesan ada niat lain dari pihak berkepentingan atas penutupan putaran balik tersebut. Terlebih, untuk putaran balik Tangcity, yang jelas-jelas bukan putaran balik resmi dan diberikan tanda larangan berputar masih aktif.
 
“Loh, itu yang putaran Kawali kan sudah jelas dibuat sejak awal, kenapa ditutup. Ini yang di Tangcity malah dibiarkan, padahal jelas-jelas ada tanda larangan berputar. Harunya pihak lantas maupun dishub lihat mana prioritasnya,” keluh Luna, warga lain yang keberatan atas penutupan U-turn Kawali.

TANGSEL
Disimpan Dalam Tupperware, Kurir Diringkus Hendak Bawa 20,5 Kg Sabu ke Ciputat Tangsel

Disimpan Dalam Tupperware, Kurir Diringkus Hendak Bawa 20,5 Kg Sabu ke Ciputat Tangsel

Rabu, 23 September 2026 | 18:36

Seorang kurir sabu berinisial KH, 61, diringkus aparat Polres Metro Jakarta Pusat membawa 20,5 kilogram sabu-sabu di Jalan Raya Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

KAB. TANGERANG
Ahmad Sahroni Minta Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual Kasatpol PP Kabupaten Tangerang

Ahmad Sahroni Minta Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual Kasatpol PP Kabupaten Tangerang

Rabu, 23 September 2026 | 16:56

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tangerang Ana Supriyatna mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

BANTEN
Daratan Seluas 30,3 Hektare Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Bukan “Cucu” Krakatau

Daratan Seluas 30,3 Hektare Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Bukan “Cucu” Krakatau

Rabu, 23 September 2026 | 19:21

Daratan baru seluas sekitar 30,3 hektare muncul di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Lampung Selatan. Kemunculan daratan tersebut berasal dari material vulkanik yang terakumulasi selama aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill