Connect With Us

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Fahrul Dwi Putra | Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Ilustrasi virus. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

Dilansir dari CNN, kasus awal dilaporkan dialami seorang pria asal Belanda berusia 70 tahun yang mendadak mengalami demam, sakit kepala, nyeri perut, dan diare saat berada di kapal pesiar tersebut. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada 11 April 2026, lalu.

Laporan lain yang dikutip dari AFP juga menyebut dua pria berusia 65 dan 67 tahun di Singapura sempat diisolasi karena berada di kapal dan penerbangan yang sama dengan pasien hantavirus terkonfirmasi dari St Helena menuju Johannesburg.

Dilansir dari Beautynesia, munculnya kasus tersebut membuat banyak orang mulai mencari tahu tentang hantavirus, terutama karena gejalanya pada tahap awal sering menyerupai penyakit ringan seperti flu biasa.

Hantavirus merupakan penyakit langka yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Virus ini banyak ditemukan di wilayah Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Dilansir dari Mayo Clinic, penularan hantavirus biasanya terjadi ketika seseorang menghirup partikel virus dari urine, kotoran, atau sarang tikus yang terinfeksi. 

Risiko penularan meningkat saat membersihkan gudang, loteng, atau ruangan tertutup yang lama tidak digunakan.

Selain itu, virus juga dapat masuk ke tubuh melalui makanan yang terkontaminasi, menyentuh benda yang terkena virus lalu memegang wajah tanpa mencuci tangan, hingga gigitan tikus yang terinfeksi.

Meski terdengar mengkhawatirkan, penularan antar manusia disebut sangat jarang terjadi dan hanya pernah tercatat pada jenis Andes virus di Amerika Selatan.

Gejala hantavirus biasanya baru muncul sekitar dua hingga tiga minggu setelah seseorang terpapar virus. 

Pada tahap awal, penderita umumnya mengalami demam mendadak, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, dan diare.

Namun ketika kondisi memburuk, penderita bisa mengalami batuk, sesak napas, tekanan darah menurun, hingga gangguan irama jantung akibat penumpukan cairan di paru-paru.

CDC Amerika Serikat menyebut hingga saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan hantavirus. Penanganan medis lebih difokuskan untuk menjaga kondisi tubuh pasien tetap stabil dan membantu fungsi organ vital.

Pada kasus berat, pasien dapat membutuhkan bantuan oksigen, pemasangan alat bantu napas atau intubasi, hingga dialisis jika virus mulai memengaruhi fungsi ginjal.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menyepelekan gejala yang muncul setelah beraktivitas di lingkungan yang banyak tikus atau jarang dibersihkan.

Menjaga kebersihan rumah, menutup akses masuk tikus, serta menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area berdebu menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penularan hantavirus.

TEKNO
Dukung Ekosistem EV, PLN Sabet Gelar Booth Pameran Terfavorit di GIIAS 2026

Dukung Ekosistem EV, PLN Sabet Gelar Booth Pameran Terfavorit di GIIAS 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 | 19:31

Ajang pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi menutup rangkaian kegiatannya melalui malam penghargaan Exhibitor Night yang dihelat di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

KOTA TANGERANG
Komisi III DPRD Dorong Penguatan Kompetensi SDM melalui Diklat Lisensi Aviasi

Komisi III DPRD Dorong Penguatan Kompetensi SDM melalui Diklat Lisensi Aviasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:11

Komisi III DPRD Kota Tangerang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai langkah strategis untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Buka Cuma Faktor Usia, Stamina Menurun Bisa Jadi Tanda Diabetes

Buka Cuma Faktor Usia, Stamina Menurun Bisa Jadi Tanda Diabetes

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:00

Masyarakat kerap menganggap penurunan stamina, mudah lelah, perubahan fungsi seksual, hingga kadar gula darah meningkat sebagai bagian dari proses penuaan atau konsekuensi gaya hidup.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill