Connect With Us

22 Ribu Pekerja Industri Pengolahan Jadi Korban PHK Pada 2025

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 6 November 2025 | 18:15

Ilustrasi PHK. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tiga sektor utama menjadi penyumbang terbesar pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Agustus 2025, yakni industri pengolahan, pertambangan, dan perdagangan.

Dari data BPS, sebanyak 58.000 pekerja mengalami PHK atau sekitar 0,77 persen dari total pengangguran nasional yang berjumlah 7,46 juta orang. 

Dari jumlah tersebut, sektor industri pengolahan mencatat korban terbanyak sebanyak 22.800 pekerja, disusul perdagangan 9.700 pekerja, dan pertambangan 7.700 pekerja.

“Jadi dari total pengangguran sebesar 0,77% adalah yang sebelumnya terkena PHK setahun yang lalu,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, dikutip dari detikfinance, Kamis, 6 November 2025.

Selain itu, BPS mencatat terdapat 9,07 persen dari total pengangguran merupakan mereka yang sudah diterima bekerja namun belum mulai bekerja. 

Edy menjelaskan, kelompok ini tetap dikategorikan sebagai pengangguran karena belum benar-benar aktif bekerja.

“Kemudian yang ketiga, angkatan kerja yang baru setahun yang terakhir, jadi fresh graduate, yang tidak terserap, jadi belum terserap, baru masuk di pasar tenaga kerja atau yang baru lulus itu sebesar 14,58%,” lanjutnya.

BPS juga mengungkap pengangguran jangka panjang atau mereka yang mencari kerja lebih dari satu tahun mencapai 31,08 persen.

Sementara itu, 13,29 persen merupakan angkatan kerja baru non-fresh graduate yang belum mendapatkan pekerjaan.

“Serta yang keenam adalah pernah punya pengalaman sebelumnya tetapi saat ini menganggur, itu sebesar 30,53%,” pungkas Edy.

BANTEN
Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:49

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meresmikan fasilitas Beranda Imigrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten, BSD City, Kabupaten Tangerang

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill