Connect With Us

BGN Ancam Tutup Permanen Dapur MBG yang Nekat Gunakan Barang dan Bahan Pokok Subsidi

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:31

Ilustrasi SPPG. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap menggunakan barang subsidi meski sudah diperingatkan akan ditutup secara permanen. 

Sudaryono menjelaskan, BGN terlebih dahulu akan memberikan surat teguran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti melanggar ketentuan. 

Namun, apabila pengelola tetap mengabaikan peringatan tersebut, operasional dapur akan dihentikan.

"Kalau memang ngeyel bandel ya kita tutup dapurnya," ujar Sudaryono dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa 28 Juli 2026.

Ia mencontohkan sejumlah barang subsidi yang dilarang digunakan dalam operasional dapur MBG, seperti gas elpiji 3 kilogram, minyak goreng MinyaKita, hingga beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Sudaryono juga meminta masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, setiap temuan terkait penggunaan barang subsidi oleh dapur MBG dapat dilaporkan kepada BGN untuk ditindaklanjuti.

"Kalau ada, misalnya awak media menemukan di sosial media silakan dilaporkan. Dapur mana menggunakan MinyaKita," ujarnya.

Selain melarang penggunaan barang subsidi, BGN juga mewajibkan seluruh dapur MBG membeli bahan pangan sesuai Harga Acuan Pangan (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah. 

Ketentuan itu berlaku meskipun harga komoditas di tingkat peternak atau produsen sedang turun.

Sudaryono mencontohkan pembelian telur. Apabila HAP ditetapkan Rp25.000 per kilogram, maka pengelola dapur tetap harus membeli dengan harga acuan tersebut meski harga pasar sedang berada di kisaran Rp12.500 hingga Rp15.000 per kilogram.

"Harga telur yang harusnya HAP-nya Rp25.000 di kandang, itu kemudian pernah jatuh sampai Rp12.500 - Rp15.000. Maka si kepala dapur harus membeli telur bukan di harga Rp12.500 sampai Rp15.000, tetapi harus membeli telur di harga acuan pemerintah," jelasnya.

Menurut Sudaryono, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen BGN melakukan pembenahan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Sambung dia, setiap pelanggaran akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami mencoba untuk bersih-bersih, kami mencoba untuk kemudian yang melanggar, kami berikan sanksi," pungkasnya.

HIBURAN
Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:36

ARYADUTA Lippo Village, Tangerang, menghadirkan perayaan Halloween bertajuk MIDNIGHT SPELL: A Night of Music, Magic & Mystery pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

BANTEN
Andra Soni Susuri Kali Angke, Temukan Dua Penyebab Utama Banjir Tangerang

Andra Soni Susuri Kali Angke, Temukan Dua Penyebab Utama Banjir Tangerang

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:42

Gubernur Banten Andra Soni bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Kali Angke menggunakan perahu

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill