Connect With Us

Jangan Sepelekan Nyeri Sendi Pagi Hari! Kenali Gejala dan Bahaya Rheumatoid Arthritis

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:57

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sebagian besar masyarakat sering menganggap nyeri sendi sebagai keluhan ringan akibat kelelahan fisik atau cedera biasa.

Namun, pakar kesehatan mengingatkan bahwa nyeri sendi yang berlangsung lama, berulang atau disertai pembengkakan hingga kaku terutama pada pagi hari, bisa menjadi tanda awal dari penyakit reumatik serius, salah satunya Rheumatoid Arthritis (RA).

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR, menjelaskan cakupan penyakit reumatik sangat luas, mencapai lebih dari 80 jenis.

Kondisi ini berkisar dari gangguan jaringan lunak, penyakit non-autoimun seperti asam urat atau pengapuran, hingga kelompok penyakit autoimun seperti lupus dan Rheumatoid Arthritis.

"Nyeri sendi yang berkepanjangan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai keluhan biasa. Kita perlu mengetahui penyebabnya karena setiap penyakit memiliki penanganan yang berbeda. Pada Rheumatoid Arthritis, peradangan yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan sendi dan pada akhirnya mengganggu fungsi serta kualitas hidup," jelasnya, Rabu 21 Agustus 2026.

 

Ragam Gejala dan Pola Penyakit Autoimun

Menurut dr. Sandra spektrum gejala penyakit autoimun sangatlah beragam. Selain nyeri sendi yang menjadi fokus utama, terdapat berbagai manifetasi klinis lain yang patut diwaspadai oleh masyarakat, di antaranya:

 

  1.   Kelainan kulit

Kondisi kulit yang tidak membaik dengan pengobatan standar, seperti pada kasus penyakit psoriasis atau vitiligo.

 

  2.   Demam berkepanjangan

Demam yang tidak kunjung reda juga bisa menjadi indikasi awal penyakit autoimun.

 

  3.   Gangguan pencernaan

Beberapa jenis autoimun menyerang sistem pencernaan, seperti diare atau nyeri perut kronis, setelah menyingkirkan faktor penyebab lainnya.

 

  4.   Gangguan pada mata dan mulut

Keluhan seperti mata kering, mulut kering, hingga peradangan mata (uveitis) yang tidak membaik dengan pengobatan standar.

 

  5.   Kelemahan otot

Penurunan kekuatan otot yang terjadi secara perlahan, seperti pada kondisi polimiositis.

 

  6.   Fatik (Kelelahan kronis)

Kelelahan ekstrem yang muncul tanpa sebab yang jelas, di mana kondisi ini bersifat universal dan bisa dialami pada berbagai jenis penyakit autoimun maupun kondisi kronis lainnya.

 

Waspadai Pola Nyeri pada Tangan di Pagi Hari

Menurut dr. Sandra, Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit reumatik autoimun kronis yang perkembangannya cenderung perlahan. Pada tahap awal, gejalanya kerap diabaikan karena terkesan sederhana.

Ciri khas utama RA dapat dikenali dari rasa nyeri dan kekakuan sendi yang dominan menyerang area tangan, khususnya jari dan pergelangan tangan, dengan pola simetris di sisi kanan maupun kiri.

"Kekakuan ini biasanya dirasakan paling parah pada pagi hari saat bangun tidur dan berangsur membaik setelah tubuh mulai digerakkan," ujarnya.

Sejumlah tanda awal yang sering tak disadari meliputi kesulitan menggerakkan jari-jari tangan saat bangun tidur. Kemudian, butuh waktu lebih lama sebelum bisa beraktivitas normal. Jari pun tangan terasa bengkak hingga cincin terasa lebih ketat di pagi hari.

Karena keluhan tersebut sering mereda setelah mandi atau beraktivitas, penderita kerap menganggapnya sebagai kelelahan biasa.

Akibatnya, banyak pasien baru datang berobat setelah mengalami keluhan dalam jangka waktu yang cukup lama.

"Jika dibiarkan tanpa penanganan, peradangan dapat menyebar ke sendi lain seperti lutut, siku, bahu, hingga pergelangan kaki, serta berisiko menimbulkan kecacatan permanen," terang dr. Sandra.

 

Faktor Pemicu

Meskipun faktor genetik memegang peranan penting dalam kemunculan penyakit autoimun, dr. Sandra menekankan faktor lingkungan dan gaya hidup bertindak sebagai pemicu (trigger) utama aktifnya penyakit tersebut. Faktor-faktor risiko yang memperparah di antaranya:

-Obesitas atau berat badan berlebih.

-Stres psikologis.

-Defisiensi atau kekurangan vitamin D.

-Paparan kebiasaan merokok dan bahan kimia berbahaya.

-Pola makan yang tidak sehat, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan Western diet (tinggi kalori, tinggi garam, serta makanan tinggi produk olahan) yang terbukti memicu peradangan autoimun.

"Sebaliknya, masyarakat dianjurkan menerapkan pola makan sehat seperti Mediterranean diet yang kaya akan buah, sayuran, serta protein sehat dari ikan dan kacang-kacangan," ujar dr Sandra.

 

Jangan Hanya Bergantung pada Obat Pereda Nyeri

Sebagian orang kerap mengambil jalan pintas dengan mengonsumsi obat penghilang nyeri atau obat tradisional ketika sendinya kambuh.

Padahal, dr. Sandra menegaskan bahwa langkah tersebut keliru. Obat penghilang nyeri hanya meredakan gejala sementara dan tidak menyentuh akar permasalahan.

Masyarakat juga diminta waspada terhadap bentuk pengobatan alternatif atau produk di luaran yang mengeklaim dapat menyembuhkan penyakit autoimun tanpa bukti ilmiah yang jelas.

Terkadang muncul mitos keliru di masyarakat, seperti kekhawatiran bahwa obat medis untuk lupus justru akan merusak ginjal.

Padahal, pengobatan medis yang tepat dan sesuai standar justru berfungsi mencegah komplikasi berbahaya seperti lupus ginjal.

Oleh karena itu, masyarakat sangat disarankan untuk mengikuti panduan medis resmi dari dokter yang merawat dan menghindari obat-obatan tanpa bukti efektivitas dan keamanan klinis.

 

Diagnosis Komprehensif dan Deteksi Dini

Diagnosis Rheumatoid Arthritis tidak bisa ditegakkan hanya melalui satu kali pemeriksaan atau satu gejala saja. Dokter perlu mengevaluasi riwayat medis, melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, serta menunjangnya dengan tes laboratorium seperti pemeriksaan darah Rheumatoid Factor (RF) dan Anti-Citrulinated Protein Antibody (ACPA), termasuk anti-CCP.

"Rheumatoid Factor yang negatif tidak otomatis berarti seseorang tidak mengalami Rheumatoid Arthritis. Ada kondisi yang disebut Rheumatoid Arthritis seronegative. Karena itu, diagnosis tetap harus berdasarkan kombinasi gejala klinis, pemeriksaan dokter, dan pemeriksaan penunjang yang diperlukan," terang dr. Sandra.

Melalui deteksi dini oleh dokter spesialis reumatologi, strategi pengobatan dapat disusun lebih cepat untuk mengendalikan penyakit, mempertahankan fungsi sendi, mencegah kecacatan permanen, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Penanganan medis ini juga diimbangi dengan edukasi, pengaturan berat badan dan pola makan, istirahat cukup, pengelolaan stres, hingga olahraga teratur.

Masyarakat disarankan untuk segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila mengalami nyeri sendi menetap, kaku di pagi hari, bengkak, kemerahan, atau penurunan mobilitas, tanpa harus menunggu hingga terjadi perubahan bentuk sendi atau kelumpuhan aktivitas.

BISNIS
JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:23

Selama pameran berlangsung, JETOUR berhasil membukukan total 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini SUV yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

PROPERTI
Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:31

PT Summarecon Agung Tbk melalui unit pengembangan Summarecon Tangerang kembali menghadirkan produk hunian terbaru bernama Halia di Cluster Havena Lakes, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill