Connect With Us

PLN Jalankan 696 Program TJSL, Dorong Kemandirian Ekonomi dan Pelestarian Lingkungan

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:05

Proses transplantasi terumbu karang di wilayah laut sekitar pulau tersebut sebagai bagian dari Program TJSL PLN “Konservasi Pulau Sabira: Sabira Green and Digital Lighthouse Island”. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Air laut di pesisir Desa Tanjung Seloka, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menjadi bagian dari perubahan yang dirasakan masyarakat setempat. 

Para nelayan yang sebelumnya menjual kepiting hasil tangkapan secara langsung mulai mengembangkan budidaya dan penggemukan kepiting soka sebelum dipasarkan.

Perubahan tersebut dirasakan oleh Irhamsyah, Ketua Kelompok Nelayan "Seloka Crabs". 

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya PLN, kelompok nelayan mendapatkan pendampingan budidaya dan penggemukan kepiting soka, dukungan sarana produksi, serta edukasi mengenai pelestarian lingkungan pesisir.

"Dulu kami hanya menjual kepiting apa adanya, ukurannya kecil dan harganya rendah. Sekarang, setelah dibudidayakan dan digemukkan, nilainya jauh lebih tinggi dan hasilnya lebih pasti," ungkap Irhamsyah.

Program tersebut juga mencakup pemanfaatan fly ash and bottom ash (FABA) sebagai bahan terumbu karang buatan dan rumah ikan (bioreef block), penanaman pohon serta kegiatan edukasi lingkungan. 

Bagi Irhamsyah, pendampingan yang diberikan tidak hanya berdampak terhadap pendapatan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menjaga kawasan pesisir.

"Kalau laut tetap terjaga, kami yakin penghidupan masyarakat juga akan terus berlanjut. Sekarang kami tidak hanya memikirkan hasil hari ini, tetapi juga bagaimana sumber daya laut tetap ada untuk anak cucu kami nanti," ujarnya.

Pemberdayaan masyarakat melalui program TJSL PLN juga dilakukan di Semarang, Jawa Tengah. 

Melalui Program Pelatihan Sumber Daya Manusia Industri Tekstil dan Alas Kaki, ratusan peserta dari kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan masyarakat dari keluarga kurang mampu mendapatkan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Pelatihan tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi peserta untuk disalurkan bekerja di sejumlah perusahaan tekstil dan alas kaki berskala besar di Jawa Tengah.

"Program ini memberi saya kesempatan untuk membuktikan bahwa kami juga mampu bersaing jika diberikan akses belajar dan kesempatan. Setelah mengikuti pelatihan, saya lebih optimistis menatap masa depan karena kini memiliki pekerjaan dan penghasilan untuk membantu keluarga," ucap Nawang Dwi Prasasti, salah seorang peserta program.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi kolaborasi PLN dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka akses penyaluran kerja bagi peserta.

"Program ini tidak hanya sekadar memberikan bekal keterampilan, tetapi juga memberikan kepastian penyaluran kerja. Ini sangat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Jawa Tengah," ujarnya.

Kedua program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan TJSL PLN yang mencakup berbagai sektor di sejumlah daerah. 

Sepanjang semester I 2026, PLN telah merealisasikan 696 program dengan jumlah penerima manfaat mencapai 301.779 orang.

Program-program tersebut difokuskan pada tiga sektor utama, yakni pendidikan, lingkungan, serta pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pelaksanaan TJSL PLN tidak hanya diarahkan pada kegiatan sosial, tetapi dirancang untuk menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan melalui pendekatan Creating Shared Value (CSV).

"Oleh karena itu, setiap program kami rancang agar mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, memperkuat kemandirian ekonomi, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)," ujar Darmawan.

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN Nurlely Aman menjelaskan, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus pelaksanaan program. 

Sepanjang semester I 2026, PLN telah menjalankan 215 program pendidikan yang menjangkau 41.517 penerima manfaat.

Pada sektor lingkungan, sebanyak 245 program dilaksanakan untuk mendukung perlindungan ekosistem, penghijauan, serta peningkatan akses air bersih dan sanitasi.

Sementara itu, sektor pengembangan UMK mencakup 214 program yang melibatkan 4.316 pelaku usaha.

Program tersebut turut menciptakan 9.148 lapangan kerja dan memberikan manfaat kepada 46.520 masyarakat melalui pengembangan Rumah BUMN, electrifying agriculture, electrifying marine, serta pendampingan usaha.

SPORT
Malaysia Tahan Imbang Indonesia, Thom Haye Diganjar Kartu Merah

Malaysia Tahan Imbang Indonesia, Thom Haye Diganjar Kartu Merah

Selasa, 29 September 2026 | 10:15

Timnas Indonesia gagal meraih kemenangan saat menghadapi Malaysia pada matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin 28 September 2026, malam WIB.

BANTEN
Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Selasa, 29 September 2026 | 08:37

Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berlangsung sejak awal September 2026 mulai mereda. Namun, paparan abu vulkanik yang sebelumnya menyebar ke sejumlah wilayah tetap perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill