Connect With Us

Tangerang Junior League Dimulai, 28 Tim Berlaga di Ajang Pencarian Bibit Berbakat

Tim TangerangNews.com | Sabtu, 20 November 2021 | 10:36

Kompetisi Tangerang Junior League diselenggarakan oleh Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Kabupaten Tangerang untuk mencari atlet sepak bola berbakat. (@TangerangNews / Setda Kab. Tangerang)

TANGERANGNEWS.com-Tangerang Junior League (TJL) resmi dimulai diikuti oleh  28 tim sepak bola. Ajang pencarian bibit pemain bola berbakat ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid. 

Tendangan pertama oleh Sekda di titik tengah lapangan Stadion Mini Petal Kecamatan Sukadiri, menandai dimulainya ajang tersebut, Jumat 19 November 2021.  Maesal mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan pembukaan kompetisi Tangerang Junior League.  

Liga ini terbagi menjadi tiga golongan, yaitu dari usia 13 tahun, 15 tahun sampai 17 tahun. "Kegiatan Tangerang Junior League ini diselenggarakan oleh Asosiasi PSSI Kabupaten Tangerang (ASKAB) , mencari atlet sepak bola berbakat," kata Maesal. 

Pemkab Tangerang menyampaikan terima kasih  kepada ASKAB yang menggelar kegiatan kompetisi Tangerang Junior League sebagai upaya untuk mencari bibit berbakat. Nantinya, empat hingga lima tahun ke depan diharapkan ada dari mereka menjadi pemain penuh Persita, kebanggan masyarakat Tangerang.

"TJL merupakan pembinaan generasi sepak bola yang terus berjenjang.  Nantinya sebelum menjadi atlet profesional mereka harus dididik sedini mungkin tentang disiplin, berlatih hingga berlaga di ajang liga," tutur Maesal.

Ketua Umum ASKAB PSSI Kabupaten Tangerang, Danil Ramdani mengatakan, Kegiatan Tangerang Junior League ini merupakan program unggulan dari  ASKAB Kabupaten Tangerang. 

Kompetisi ini akan berlangsung selama empat bulan dengan 28 tim dengan total keseluruhan berjumlah 1.410 atlet. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mencari bibit - bibit berbakat, sekaligus memberikan pengalaman bagaimana merasakan kompetisi untuk meraih prestasi gemilang.

"Ada sebanyak 28 sekolah sepak bola (SSB) yang mengikuti kompetisi ini. Alhamdulillah semua atlet Tangerang League Junior ini sudah kami asuransikan BPJS Kesehatan," ujarnya.

Selain asuransi kesehatan, kompetisi TJL ini juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua atlet sepak bola yang mengikuti harus sudah divaksin, tidak diperkenankan membawa suporter, dan wajib menjaga protokol kesehatan yang telah ditetapkan panitia penyelenggara.

"Protokol kesehatan kita jaga, vaksinasi atlet dan masuk official menggunakan aplikasi peduli lindungi karena masih kondisi pandemi Covid-19," tutur dia.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

TEKNO
kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:05

Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill