Connect With Us

Minat Warga Tangsel Akan Transmigrasi Rendah

| Senin, 5 Oktober 2009 | 20:08

TANGERANGNEWS-Peminat program transmigrasi dari Kota Tangsel rendah, meskipun fasilitas yang akan diterima sebagai transmigran cukup menggiurkan, seperti lahan pertanian dan pekarangan yang luas. Kepala Bidang Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Tangsel Apip Ruhiyat mengatakan, Pemkot Tangsel pada 2009 siap memberangkatkan 25 kepala keluarga (KK) untuk mengikuti transmigrasi ke Moppu Kabupaten Boul Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), tapi peminatnya masih sepi. "Padahal transmigran yang mengikuti program ini akan mendapat lahan pertanian cukup luas dan program ini sudah disosialisasikan di kantor-kantor kecamatan di Tangsel," kata Apip. Dia menjelaskan, di lokasi transmigrasi ini, para transmigran akan mendapat fasilitas tanah seluas dua hektare terdiri atas 0,25 hektare untuk lokasi rumah dan pekarangan serta 1,75 hektare untuk lahan pertanian yang cokok untuk tanaman palawija maupun perkebunan sawit dan karet. Menurut Apip, warga Kota Tangsel yang bisa mengikuti program transmigrasi yakni memiliki KTP dan KK Tangsel, telah berkeluarga dan berusia 18-50 tahun, sehat jasmani dan rohani, berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), memiliki keterampilan bertani, guru, paramedis, dan rohaniawan, serta lulus seleksi. "Program transmigrasi ini sudah disoasialisasikan melalui kantor kecamatan di Tangsel, tapi peminatnya rendah," katanya. (dedi)
BANTEN
Jadi Penggerak Ekonomi Nasional, PLN Beri Suplai Kelistrikan untuk Sektor Kelautan dan Perikanan

Jadi Penggerak Ekonomi Nasional, PLN Beri Suplai Kelistrikan untuk Sektor Kelautan dan Perikanan

Kamis, 9 Juli 2026 | 18:44

PT PLN (Persero) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan yang terintegrasi dengan pengelolaan ruang laut.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill