Connect With Us

Keluarga Prita Siapkan Syukuran

| Selasa, 29 Desember 2009 | 20:05

Prita Mulyasari dan anaknya. (tangerangnews/dira / tangerangnews/dira)

 

TANGERANGNEWS-Arief Dhanardono kakak kandung ke-empat  Prita Mulyasari terdakwa dalam perkara pencemaran nama baik RS Omni Internasional di Alam Sutera, Serpong,  Kota Tangerang Selatan mengatakan, seluruh saudara kandung Prita yang berjumlah empat orang akan berkumpul di kediaman Prita untuk melakukan syukuran. Saudara kandung Prita itu adalah Carolina Siswopratiwi, Novi Muktiari, Sawiti Mulyaningtias dan dirinya sendiri.
 
“Prita memang adik kami, dia anak bontot,” katanya.  Syukuran akan dilangsungkan di rumah Prita dengan mengundang keluarga terdekat dan penceramah kondang Ustad Yusuf Mansyur. “Itu rencana kami,” kata dia, siang ini. Dia mengatakan, selama Prita menjalani persidangan. Anaknya memang selalu bertanya kepada dirinya dan kerabat lain.
 
 “Awalnya sih mulus, tetapi lama kelamaan anak pertamanya tahu juga dari televisi,” katanya.  Sementara kondisi Prita sore kemarin lemah kurang tenaga karena kecapekan dalam persidangan. Meski capek, Prita yang baru tiba di kediamannya sekitar pukul 17.00 WIB ini tetap melayani wartawan.
 
Setelah tiba di rumahnya yang beralamat  Perumahan Bintaro Jaya, Jalan Kucica Tiga, Blok JG 5.8 Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan Prita langsung mencium kedua anaknya, yakni Khairan Ananta Nugroho dan Ranarya Puanwandita. Sambil duduk dilantai dirinya melayani wartawan. Meski suaminya melarangnya, Prita tetap saja duduk dilantai mengikuti wartawan yang sudah menunggu dia. Prita mengatakan, dirinya sudah lelah dengan semua persidangan ini. Dirinya mengharapkan, sudah sampai di sini saja. “Jika RS Omni Internasional meminta maaf saya tidak akan tuntut apapun,” siangkatnya.
 
Sementara ituy, Risma Situmorang Penasihat Hukum RS Omni Internasional mengatakan, pihaknya belum mendapat salinan dari putusan PN Tangerang. meski begitu, dirinya menghormati putusan PN Tangerang. Sedangkan sial kasasi memori kasasinya baru saja diterimanya. “Saat ini kami sedang menyusun kontra kasasinya. Kalau pidana kami ingin pelajari dulu karena belum kami terima, nanti lah kita lihat bagaimana kedepan,” katanya.  Soal apakah RS Omni Internasional akan meminta maaf kepada Prita, itu juga dikatakan Risma masih melihat perkembangan.
 
Kronologis

Seperti diketahui sebelumnya, Prita dituntut enam bulan penjara pada 18 November 2009.Selain itu, dalam perkara perdata, Prita juga dinyatakan bersalah dan harus membayar denda sebesar Rp204 juta oleh Pengadilan Tinggi Banten.  Kisah Prita bermula saat ia memeriksakan kesehatannya di RS Omni Internasional pada 7 Agustus 2008 lalu. Hasil laboratorium menyatakan kadar trombositnya 27.000, jauh di bawah normal 200.000. Akibatnya Prita harus menjalani rawat inap.  

Setelah beberapa hari dirawat, kondisi Prita tak membaik. Saat keluarga meminta penjelasan, dokter justru menyampaikan revisi hasil tes trombosit dari 27.000 menjadi 181.000 tanpa memberikan lembar tertulis laboratorium. Dokter mengatakan Prita menderita demam berdarah.

Namun kesembuhan tak kunjung ia dapat. Lehernya malah bengkak. Maka Prita memutuskan pindah rumah sakit. Di rumah sakit kedua, Prita ternyata didiagnosa menderita penyakit gondong bukan demam berdarah. Atas kondisi itulah Prita merasa dirugikan RS Omni Internasional. Ibu dua anak itu kemudian menulis surat keluhan dan mengirim kepada sejumlah rekannya melalui email. Dalam waktu singkat email itu beredar luas di sejulah milis dan blog.

Surat itu pun terbaca manajemen RS Omni Internasional. Atas keluhan Prita, rumah sakit di kawasan Alam Sutera itu kemudian menyeret Prita ke jalur hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Prita dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman 1,4 tahun penjara, Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik secara tertulis dengan ancaman 4 tahun penjara, serta Pasal 27 Ayat 3 UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.(dira)
 
 

BANTEN
Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:43

Gubernur Banten Andra Soni menargetkan alokasi anggaran bantuan sosial (bansos) akan mengalami peningkatan pada tahun 2027 mendatang, sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial dan menekan angka kemiskinan.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill