Connect With Us

Ini Besaran Zakat Fitrah di Tangsel

Rachman Deniansyah | Kamis, 30 Mei 2019 | 14:44

Ilustrasi Zakat Fitrah. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Setelah menjalankan ibadah puasa bulan Ramadan, setiap muslim  yang mampu diwajibkan untuk membayar Zakat Fitrah sampai sebelum melaksanakan salat Idul Fitri.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel Abdul Rojak menjelaskan, bahwa untuk besaran zakat fitrah tersapat dua pendapat yang berbeda. 

"Pertama, kelompok Pendapat Mazhab Syafii, Maliki dan Hambali yang menyebutkan bahwa Zakat fitrah sesuai Hadist Rosullah yaitu Satu Sho dari makanan pokok, kalau di Indonesia berarti zakat Fitrah pakai beras seberat 2,5 kg dan tidak boleh diganti pakai uang," jelas Rojak saat dihubungi TangerangNews. 

Kedua, kata dia, yakni Mazhab Hanafi yang mengatakan bahwa zakat fitrah boleh dengan uang dengan ukuran satu sho-nya yaitu 3,8 kg dikali dengan harga beras yang dimakan oleh Muzakkinya. 

Sedangkan, untuk di Tangsel sendiri, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangsel beserta dinas terkait telah menentukan besaran zakat yang harus dibayarkan. 

"Kita sepakat dengan Dinas perdagangan, Dinas Sosial, MUI, Kemenag Tangsel dan lainnya mengadakan rapat besar, (telah) disepakati Rp35 ribu per kepala," jelas Ketua Baznas Tangsel, KH Endang Saeifuddin saat dihubungi, Kamis (30/5/2019).

 

Endang mengatakan, bagi warga yang hendak membayarkan kewajibannya, bisa disalurkan ke masing-masing masjid yang berada di Tangsel. Khususnya masjid yang sudah terdaftar sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ). 

"Zakat Fitrah bisa dibayarkan di masing-masing masjid terdekat, yang telah kita bentuk UPZ," katanya. 

Lebih lanjut, Endang menjelaskan bahwa UPZ merupakan bentuk legal bagi para masjid yang bertindak sebagai pengumpul zakat. 

"Bagi masjid yang belum bentuk UPZ, maka hendaknya segera bentuk UPZ, supaya mengelola dan memungut zakatnya legal," tuturnya.(RAZ/RGI)

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill