Connect With Us

Pilkada Tangsel Rawan, Panwaslu Belum Muncul

| Selasa, 13 Juli 2010 | 18:16

Anggota KPUD Tangsel saat dilantik di Puspem Kota Tangsel. (tangerangnews / dira)

TANGERANGNEWS-DPRD Kota Tangsel dari Komisi A mendesak KPU Tangsel segera membentuk Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu wal ikota Tangsel. Dewan khawatir jika berlama-lama dibentuk akan mengganggu jalannya tahapan pemilihan  wali kota.
 
“Tahapan pemilu wali kota telah berjalan. Namun,  Panwas belum juga dibentuk kita mendesak agar KPU Tangsel segera membentuknya. Sebab, tanpa keberadaan Panwas dikhawatirkan memicu terjadinya pelanggaran dan maipulasi data” ujar Ketua Komisi A Sukarsa Selasa(13/7) .
 
Menurut Sukarna tertundanya pembentukan Panwas itu karena ada dua kewewangan untuk membentuk lembaga yakni KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu).
 
Sementara, kata dia, calon anggota Panwas yang dibentuk KPU Induk tidak diakui oleh KPU Provinsi. Sehingga KPU merekrut calon anggota baru yang keduanya juga punya kewewangan sesuai dengan aturan yang berlaku.
 
“ Mungkin karena tarik ulur ini membuat pembentukan Panwas Tangsel tertunda,” katanya
 
Sementara itu, Ketua KPU Tangsel Imam perwira Baschan mengatakan,  pihaknya mengeluhkan lambannya keputusan Banwaslu dalam menentukan atau menetapkan anggota Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kota Tangsel.
 
Sementara tahapan  pemilihan  kepala daerah akan segera dimulai, bahkan pendaftaran bagi bakal calonpun sudah semakin dekat tanpa adanya lembaga yang mengawasi proses pencalonan dan bahkan akan memasuki tahapan verifikasi.
 
“sampai saat ini Panwaslu belum terbentuk karena masih menunggu keputusan dari Banwaslu,” ujarnya
 
Lebih lanjut ia mengatakan pihak KPUD Tangsel sudah melakukan rekrutmen sebelum dibentuknya Panitia Pemunggutan Suara (PPS) oleh KPUD. Dan bahkan hasil seleksi tes tulis dari peserta yang ikut dalam seleki Panwas sudah diantar langsung ke Banwaslu. “ Tapi entah kenapa hingga saat ini belum ada penetapan dari Banwaslu,” ungkapnya. (deddy)

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Jadwal dan Materi MPLS SMP 2026 yang Resmi dari Kemendikdasmen

Jadwal dan Materi MPLS SMP 2026 yang Resmi dari Kemendikdasmen

Rabu, 8 Juli 2026 | 13:45

Tahun ajaran baru 2026/2027 segera dimulai. Sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, seluruh siswa baru jenjang SMP akan menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari.

OPINI
Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:58

Masuknya MA swasta ke dalam Program Sekolah Gratis sejatinya merupakan langkah yang sudah semestinya dilakukan. Madrasah Aliyah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berilmu

TEKNO
Perhatikan 5 Faktor Penting Fundamental Sebelum Memilih Aset Crypto

Perhatikan 5 Faktor Penting Fundamental Sebelum Memilih Aset Crypto

Kamis, 9 Juli 2026 | 18:15

Banyak investor tertarik membeli aset crypto hanya karena melihat harga yang sedang naik. Padahal, keputusan investasi yang baik berdasarkan analisis fundamental.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill