Connect With Us

JPTS Mendukung Putusan MK

| Sabtu, 11 Desember 2010 | 20:08

Ali Irvan, Sekretaris Jenderal Jaringan Pemilih Tangerang Selatan. (bbm / Blackberry)


 
TANGERANGNEWS-Jaringan Pemilih Tangerang Selatan (JPTS) mendukung Pilkada diulang. Tujuannya tidak lain untuk mencari pemimpin yang legitimasi dan dapat diterima oleh banyak pihak. "Kami sangat mendukung keputusan MK yang mencabut penetapan penghitungan suara KPU Kota Tangsel pada 17 November lalu untuk diulang," kata Sekretaris Jenderal  JPTS, Ali Irfan.
 
Pada pelaksanaan Pilkada ulang nanti, diharapkan semua pihak, khususnya birokrasi dan tim sukses pasangan Airin-Benyamin  tidak lagi mengulang pelanggaran dan kesalahan yang sama.
 
Sebab bila itu masih terjadi akan berakibat fatal. "Saya kira Pilkada ini adalah yang terbaik dan sesuai dengan kehendak rakyat," kata dia.
 
Dan,  dalam pelaksanaan Pilkada Tangsel itu, pihaknya yakin masyarakat Kota Tangsel dapat menentukan calon pemimpin yang benar-benar bisa dipercaya dan punya kemampuan untuk memimpin.
 
"Kami yakin dengan terpilihnya pemimpin yang dihasilkan di Pilkada dengan proses jujur dan benar akan berdampak baik pada pengelolaan Kota Tangsel. Sehingga lima tahun kedepan kota Tangsel akan lebih maju," kata Ali. (dira)  
 

BISNIS
Pegadaian Edukasi Puluhan Opang Pondok Aren Kelola Keuangan dan Kenalkan Tabungan Emas

Pegadaian Edukasi Puluhan Opang Pondok Aren Kelola Keuangan dan Kenalkan Tabungan Emas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:44

PT Pegadaian (Persero) Area Cirendeu memperluas edukasi literasi keuangan kepada masyarakat dengan menggandeng puluhan anggota Komunitas Ojek Pangkalan (Opang) di kawasan Pondok Aren dan sekitarnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill