Connect With Us

Founder Thanksinsomnia Mohan Hazian Diduga Lecehkan Model saat Pemotretan di Studio Rawa Buntu

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 10 Februari 2026 | 17:13

Founder brand Thanksinsomnia Mohan Hazian. (@TangerangNews / istimewa)

TANGERANGNEWS-Pengusaha sekaligus content creator ternama, Mohan Hazian terjerat dugaan kasus pelecehan seksual. Kasus ini ramai setelah terduga korban membeberkan tindakan asusila owner dari brand lokal Thanksinsomnia tersebut di media sosial X, Selasa 10 Februari 2026.

Dalam ceritanya, seorang model dengan akun X @aarummanis membeberkan kronologi kejadian kelam yang dialaminya pada Mei 2025 silam saat bekerja untuk proyek pemotretan brand milik Mohan.

Berdasarkan informasi pemotretan dilakukan di lantai 3 Studio Thanksinsomnia. Jika mengecek akun Instagram Thanksinsomnia, studio tersebut berlokasi di Jalan Angsana Raya Sektor 1.1, Blok A 1/6, Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

 

Modus Ajakan Makan Bareng

Kejadian bermula ketika korban mendapatkan pekerjaan sebagai talent untuk photoshoot. Sesi pemotretan awalnya berjalan normal dengan dihadiri oleh fotografer dan seorang talent scouter. Namun, petaka dimulai saat sesi foto berakhir.

Mohan diduga mengajak korban untuk makan bersama. Mengira ajakan tersebut hanyalah keramahan profesional, korban menyetujuinya. Namun, situasi berubah janggal ketika talent scouter yang mendampingi mereka tiba-tiba pergi dengan alasan merapikan peralatan.

“Dia justru bilang ke saya, ‘Iya, tunggu di dalam (studio) saja, biar adem’,” ungkap korban saat Mohan mengajaknya kembali masuk ke studio alih-alih pergi makan, seperti dilansir dari Okezone.

 

Aksi Tak Senonoh di dalam Studio

Di dalam ruang studio yang sepi itulah, korban mengklaim Mohan mulai melancarkan aksi tak senonoh. Ia mengaku tubuhnya disentuh dan dicium secara paksa.

Bahkan, perlawanan fisik yang ia berikan seperti mendorong, mencakar, dan memukul justru disebut membuat terduga pelaku semakin agresif.

“Saya sekuat tenaga mendorong, mencakar, dan memukulnya,” kenang korban.

Ia akhirnya mencoba bersikap kooperatif demi bisa menenangkan situasi dan mencari celah untuk melarikan diri.

Setelah berhasil lepas dan diizinkan pergi, trauma hebat langsung menghantam korban. Dalam perjalanan pulang menggunakan taksi daring, rasa takut yang luar biasa membuatnya kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri.

“Saking takutnya, saya sampai pipis di dalam taksi,” tulisnya dalam unggahan yang kini viral tersebut.

Meski ceritanya telah menjadi konsumsi publik dan memicu kemarahan netizen, korban mengaku pesimis untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

Hal ini dikarenakan dirinya merasa tidak memiliki bukti fisik yang cukup kuat untuk menjerat sang pengusaha.

TEKNO
AI dan Medsos Picu Trafik Situs Berita Anjlok hingga 70 Persen

AI dan Medsos Picu Trafik Situs Berita Anjlok hingga 70 Persen

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan pergeseran pola konsumsi informasi ke media sosial (medsos) menjadi tantangan berat bagi industri media digital global maupun nasional.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

HIBURAN
Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10

Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill