Connect With Us

Jaga Stok Selama Ramadan, Satgas Pangan Tangsel Gencar Sidak Pasar Cegah Penimbunan

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 24 Februari 2026 | 22:26

Salah satu pasar modern di Tangsel. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan peringatan keras kepada para oknum yang mencoba bermain dengan stok kebutuhan pokok selama Ramadan 1447 Hijriah.

Tidak main-main, Pemkot Tangsel bersama Forkopimda dan Satgas Pangan kini dalam posisi siaga penuh untuk menindak tegas siapa pun yang nekat melakukan penimbunan barang.

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara ketat dari hulu hingga hilir.

Langkah ini diambil guna memutus rantai spekulasi harga yang mulai merangkak naik sejak Februari 2026.

Tim gabungan yang terdiri dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Polres Tangerang Selatan, dan Kejaksaan Negeri mulai rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai titik krusial, mulai dari gudang distributor hingga pasar-pasar utama seperti Pasar Ciputat dan Pasar Serpong.

“Sesuai arahan Wali Kota, Forkopimda dan Satgas Pangan tidak akan segan menindak tegas oknum yang sengaja melakukan penimbunan barang atau praktik spekulasi harga yang merugikan kepentingan umum,” ujar Asep Nurdin, Selasa 24 Februari 2026.

Langkah ini merupakan respons atas dinamika harga yang sempat mengalami deflasi tajam sebesar -3,51% pada Januari, namun kembali bergejolak di pekan pertama Februari dengan inflasi 1,27% yang dipicu komoditas cabai rawit.

 

Intervensi Harga Lewat Gerakan Pangan Murah

Selain mengawasi stok barang, Pemkot Tangsel juga melakukan langkah preventif dengan membanjiri pasar melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Bazar Ramadan di tujuh kecamatan.

Di antaranya dari Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara, hingga Setu. 

Program ini dirancang untuk memastikan masyarakat tidak tercekik oleh harga pasar yang tidak wajar.

Masyarakat bisa mendapatkan komoditas pokok dengan selisih harga mencapai 15 hingga 20 persen lebih murah dari harga pasar reguler.

Sebagai gambaran, beras SPHP kemasan 5 kilogram yang di pasar reguler dibanderol sekitar Rp69.000, di Bazar Ramadan ini hanya dijual seharga Rp54.000. 

Begitu pula dengan daging sapi yang biasanya mencapai Rp135.000 per kilogram, kini tersedia dengan harga intervensi Rp110.000 per kilogram.

Komoditas lain seperti telur ayam ras dijual seharga Rp26.000 per kilogram lebih hemat dari harga pasar Rp31.000, minyak goreng seharga Rp14.000 per liter dan gula pasir yang dipatok Rp16.000 per kilogram.

"Bazar Ramadan ini bukan sekadar seremoni, tapi aksi nyata pemerintah hadir di tengah masyarakat. Stok dipastikan tersedia langsung di titik pemukiman warga," jelas Asep Nurdin.

Wali Kota telah menginstruksikan agar seluruh jajaran TPID memantau harga secara real-time setiap hari di pasar tradisional maupun ritel modern.

Hal ini dilakukan agar potensi lonjakan harga akibat permainan oknum dapat dideteksi dan diatasi sedini mungkin.

Dengan sinergi kuat antara pemerintah, kepolisian, dan kejaksaan, Pemkot Tangsel optimistis stabilitas ekonomi akan tetap kondusif hingga Idul Fitri 2026, sekaligus memastikan hak masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau tetap terpenuhi.

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

HIBURAN
Diikuti 1.100 Peserta, Pharmaphoria Fun Run 2026 Meriahkan Paramount Petals

Diikuti 1.100 Peserta, Pharmaphoria Fun Run 2026 Meriahkan Paramount Petals

Minggu, 1 November 2026 | 19:47

Paramount Petals menggelar Pharmaphoria Fun Run 2026 di kawasan Boulevard Paramount Petals, Kabupaten Tangerang, Minggu, 1 November 2026.

BANTEN
Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:43

Gubernur Banten Andra Soni menargetkan alokasi anggaran bantuan sosial (bansos) akan mengalami peningkatan pada tahun 2027 mendatang, sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial dan menekan angka kemiskinan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill