Connect With Us

Atasi Dampak Kemarau, Pemkot Tangsel Salurkan 50 Ribu Liter Air hingga Buat Cerobong Gas Metana TPA

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:24

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dalam Rapat Forkopimda mengatasi dampak kekeringan, Selasa 21 Juli 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah melakukan upaya menangani dampak musim kemarau yang mulai dirasakan oleh masyarakat.

Fokus utama penanganan saat ini diarahkan kepada 147 kepala keluarga (KK) yang tersebar di enam RT di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, akibat menurunnya ketersediaan air bersih.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendistribusikan puluhan ribu liter air bersih guna memenuhi kebutuhan esensial warga yang terdampak langsung.

"Kita sudah distribusikan sampai dengan kemarin kurang lebih 50.000 liter air bersih," ujar Benyamin dalam Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangsel di Serpong, Selasa 21 Juli 2026.

Sebagai langkah antisipasi jangka menengah agar krisis air bersih, Pemkot Tangsel juga menyiapkan infrastruktur permanen berupa pembangunan sumur air dalam (deep well).

Fasilitas ini nantinya akan dilengkapi dengan toren atau tangki penampungan berkapasitas besar, meniru skema sukses yang sebelumnya telah diterapkan di kawasan Perumahan Pesona Serpong.

Selain itu, Pemkot Tangsel akan mengintensifkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan musim kemarau.

Koordinasi juga dilakukan bersama pengelola Bendungan Katulampa di Bogor guna memantau debit Sungai Cisadane yang berpengaruh terhadap ketersediaan sumber air di wilayah Tangsel.

Tak hanya kekeringan, antisipasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang turut menjadi perhatian.

Untuk mencegah insiden seperti yang terjadi di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Benyamin menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk membangun cerobong pembuangan gas metana pada seluruh landfill, sebagai upaya mengurangi risiko kebakaran akibat akumulasi gas di bawah permukaan.

"Saya sudah mintakan untuk dibuatkan cerobong dari bawah untuk membuang gas metana, sehingga walaupun ada percikan, tidak menyebabkan penyebaran api yang besar," katanya.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

KAB. TANGERANG
Cuma 3 Hari, Warteksi Jual Sembako Murah di Gerai Tangerang Gemilang

Cuma 3 Hari, Warteksi Jual Sembako Murah di Gerai Tangerang Gemilang

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:58

Warung Tekan Inflasi (Warteksi) Gemilang kembali dibuka di Gerai Tangerang Gemilang (GTG) Cikupa, Kabupaten Tangerang Rabu 22 Juli 2026.

PROPERTI
Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:24

Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.

OPINI
Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:26

Bangku-bangku kosong di ruang kelas sekolah negeri kini bukan lagi pemandangan yang hanya ditemukan di daerah terpencil. Fenomena tersebut mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kota-kota yang selama ini dikenal memiliki akses

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill