Connect With Us

Terancam Dibui, Nenek Rasminah Menangis Lagi

| Selasa, 31 Januari 2012 | 20:30

Rasminah dalam persidangan bersama kuasa hukumnya. (tangerangnews / dira)

 
TANGERANG-Setelah lebih dari setahun menikmati kebebasannya, Rasmiah binti Rawan alias Rasminah,56, nenek buta huruf yang dituduh mencuri satu kilogram buntut sapi dan 6 piring kembali harus menjalani hukumannya menyusul Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis 4 bulan 10 hari dipotong masa tahanan kepadanya.
 
Warga pemalang yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah majikannya Siti Aisyah Margaroes Soekarno Putri di Ciputat, Tangerang Selatan itu harus mengganti semua barang curiannya dan membayar biaya kasasi sebesar Rp 2.500. Surat putusan ini membatalkan putusan PN Tangerang 1364/Pid.B/2010/PN. TNG, Desember 2010 lalu. Dalam salinan surat keputusan MA yang ditandatangani Panitera Pidana Muda Machmud Rachimi menyebutkan Raminah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan bukti mencuri buntut sapi dan piring.
 
Salinan putusan itu sudah masuk di Pengadilan Negeri Tangerang. Dalam surat salinan putusan MA yang dilihat di Ruang Panitera Muda Pidana itu tertulis diterima tanggal 30 Januari 2012. Surat putusan itu berdasarkan rapat pemusyawaratan Mahkama Agung (MA) pada Rabu (31 Mei 2011) dengan Ketua Majelis Hakim Imam Harjadi serta hakim anggota HM Zaharuddin Utama.
 
Begitu mendapat informasi tersebut Rasminah kembali menangis. "Ini sangat mengagetkan ibu. Ibu tak menyangka setelah bebas lebih dari setahun, perkara ini diangkat lagi dan harus menjalani hukuman penjara lagi. Makanya, setiap kali berdoa ibu selalu menangis. Terkadang kalau ditanya orang atau duduk sendiri, air mata ibu pasti keluar," kata Astuti, puteri satu-satuanya yang setia menemani hari tua ibunya.
Menurut Astuti, informasi itu diterimanya pekan lalu. Sejak itu, Rasminah tidak lagi bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kawasan Ciputat (tidak lagi bekerja di rumah majikan lamanya yang menyeret nenek ini ke pengadilan). "Kondisi kesehatan ibu langsung drop,” ujarnya. (DRA)

HIBURAN
Nagita Ungkap Alasan Pendapatan RANS Turun, Kurangi Ketergantungan Raffi Ahmad

Nagita Ungkap Alasan Pendapatan RANS Turun, Kurangi Ketergantungan Raffi Ahmad

Jumat, 10 Juli 2026 | 16:23

Direktur Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk Nagita Slavina mengungkap, alasan di balik penurunan pendapatan perusahaan dalam dua tahun terakhir.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

PROPERTI
Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:24

Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill