Connect With Us

Waspada Penipuan Modus Misi Berbayar di Telegram, Begini Ciri-cirinya

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 23 April 2026 | 22:49

Ilustrasi aplikasi Telegram. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan kerja sampingan melalui grup Telegram.

Modus yang dikenal dengan skema "Misi Berbayar" ini kerap mencatut nama institusi perbankan ternama untuk meyakinkan korbannya.

Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Mugiya Wardhany menyatakan, para pelaku kejahatan siber kini semakin lihai dalam memainkan psikologi korban dengan menawarkan keuntungan besar melalui tugas-tugas ringan.

Ia menerangkan, masyarakat dapat mewaspadai modus penipuan yang diawali dengan undangan grup Telegram secara sepihak.

Nantinya, pelaku akan pemberian tugas ringan seperti memberikan tanda suka pada konten, hingga pemberian komisi kecil yang sengaja dilakukan penipu untuk mendapatkan kepercayaan korbannya.

“Waspadai jika diminta mentransfer sejumlah uang atau deposit dengan dalih misi besar untuk mendapat keuntungan berlipat, serta perhatikan jika grup tersebut memiliki kontrol ketat di mana hanya admin yang bisa mengirim pesan," terangnya.

Ia mengimbau warga Kota Tangerang, untuk lebih tenang menolak tawaran sejak awal daripada menanggung penyesalan di kemudian hari. Keamanan data dan finansial adalah prioritas utama.

"Jika warga menemukan atau menjadi korban tindak penipuan siber, segera lapor melalui kanal resmi kepolisian atau layanan aduan masyarakat yang tersedia di aplikasi Tangerang LIVE," pungkasnya.

Dinas Kominfo Kota Tangerang memberikan langkah-langkah preventif bagi warga sebagai berikut :

  1. Abaikan dan Keluar: Jika tiba-tiba diundang ke grup mencurigakan, segera klik "Report Spam and Leave".
  2. Jangan Transfer: Jangan pernah mengirim uang ke rekening orang tak dikenal dengan alasan mempermudah pencairan hasil kerja.
  3. Lindungi Data Pribadi: Jangan memberikan data perbankan, PIN, atau kode OTP kepada siapa pun.
  4. Gunakan Logika: Tawaran kerja yang bisa dilakukan sambil "rebahan" namun menghasilkan jutaan rupiah dalam waktu singkat patut diwaspadai.
KAB. TANGERANG
200 Perdagang Gulung Tikar Buntut Revitalisasi Pasar Kronjo Mangkrak

200 Perdagang Gulung Tikar Buntut Revitalisasi Pasar Kronjo Mangkrak

Senin, 2 November 2026 | 22:39

Sebanyak 200 pedagang di Pasar Tradisional Kronjo, Kabupaten Tangerang mengalami gulung tikar buntut proyek revitalisasi yang mangkrak.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

KOTA TANGERANG
Pria Ini Curi Mobil Pikap Pakai Kunci Palsu di Jatiuwung, Dibawa Kabur ke Pandeglang Banten

Pria Ini Curi Mobil Pikap Pakai Kunci Palsu di Jatiuwung, Dibawa Kabur ke Pandeglang Banten

Selasa, 3 November 2026 | 16:20

Pelarian pria berinisial ER, 48, terduga pelaku pencurian kendaraan roda empat di kawasan Jatiuwung, Kota Tangerang berakhir di tangan jajaran Polsek Jatiuwung, Polres Metro Tangerang Kota.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill