Connect With Us

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 25 September 2026 | 21:19

12 guru terbaik peserta program Terpujilah GURU 2026. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEW.com-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026 yang diinisiasi Telkomsel.

Direktur Jenderal Pendidikan Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen RI Nunuk Suryani menyambut hangat kolaborasi ini. Ia menilai, semangat para guru untuk terus belajar sepanjang hayat menjadi modal utama dalam bertransformasi di era digital.

Melalui program ini, ribuan tenaga pendidik dibekali keterampilan praktis dalam mengadopsi AI secara bijak guna menciptakan media pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

"Di tengah kesibukan yang luar biasa dalam melayani peserta didik, guru-guru kita menyimpan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat. Terpujilah GURU memberikan ruang yang luas kepada guru untuk menunjukkan kompetensinya, terlebih topik yang diangkat adalah bagaimana guru memanfaatkan kecerdasan artifisial sebagai alat bantu untuk mengajar," ujarnya dalam penutupan program tersebut di Jakarta, Rabu 23 September 2026.

Nunuk berharap, para guru yang telah teruji dan terpilih dalam program ini dapat terus menyebarkan dampaknya serta berkontribusi aktif dalam program-program pemerintah mendatang, khususnya yang berkaitan dengan coding dan kecerdasan artifisial.

Dukungan Kemendikdasmen selaras dengan komitmen Telkomsel dalam membangun kesiapan bangsa menghadapi pesatnya perkembangan teknologi.

Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan, menegaskan pentingnya adaptasi AI di sektor pendidikan, karena berkembang sangat cepat dan akan memasuki semua lini kehidupan.

Karena itu, tenaga pendidik perlu menguji dan mempelajari secara bersama adopsi AI melalui program Terpujilah GURU.

"Dengan penerapan AI secara tepat di dunia pendidikan, kami berharap bangsa Indonesia mampu menyesuaikan diri dengan baik, mandiri, dan bersaing dengan bangsa lain," ungkap Indrawan.

Program Terpujilah GURU yang berlangsung sejak Mei 2026 ini telah mengedukasi lebih dari 3.800 guru SMA, SMK, dan MA di berbagai kota, seperti Bogor, Sumedang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Ambon, Jakarta, Bandung, Medan, hingga Batam.

Kurikulum Terpujilah GURU dirancang agar keterampilan yang dipelajari dapat langsung digunakan. Peserta mempelajari pemanfaatan AI yang berpusat pada manusia, produktivitas dan penyusunan instruksi AI, desain visual, pembuatan video, metode pembelajaran kreatif, serta pengujian digital.

Setiap peserta juga menyusun karya akhir berupa materi dan rancangan pembelajaran yang dapat diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing-masing.

Setelah melalui proses seleksi, akademi online dan pendampingan intensif, sebanyak 12 finalis terbaik berkesempatan mempresentasikan karya pembelajaran berbasis AI di Jakarta.

Puncak acara menetapkan enam tenaga pendidik terbaik dengan skor tertinggi, yakni Sofie Mellyani F dari SMAN 4 Surabaya, Irvia Mariza dari SMAN 15 Bandung, Merlin Hitalessy dari SMKN 1 Ambon, dari A. Arief R dari SMKN 1 Garut, Winda Risnawati dari SMAN 5 Pematangsiantar, dan Tressya Litaay dari SMAN 38 Maluku Tengah.

Dampak positif penggunaan AI ini dirasakan langsung oleh A. Arief R, guru senior SMKN 1 Garut. Ia mengaku metode mengajarnya kini berubah drastis dari yang dulunya hanya berpusat di papan tulis dan terkesan pasif, menjadi lebih aktif dan sarat tantangan kreatif.

Sementara itu, Tressya Litaay dari SMAN 38 Maluku Tengah menilai kehadiran AI membantu memangkas kesenjangan pendidikan di daerah.

"Melalui program ini, kami para guru di daerah diajarkan untuk jeli memanfaatkan AI guna menciptakan media pembelajaran yang interaktif, sehingga siswa kami di pedesaan siap menghadapi masa depan," tuturnya.

Guna menjaga keberlanjutan dampak program ini, seluruh peserta kini terhubung dalam jejaring EduCreator untuk saling berbagi materi dan praktik baik pembelajaran berbasis teknologi yang juga dapat diakses melalui portal resmi terpujilahguru.id.

BANTEN
16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:15

Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill