Connect With Us

9 Tahun yang Ikhas Wahidin Halim Mengabdi & Melayani Warga Kota Tangerang

| Minggu, 18 November 2012 | 15:56

Wali Kota Tangerang Wahidin Halim saat apel. (tangerangnews / rangga)

Advertorial  

TANGERANG-Tak terasa sudah sembilan tahun Wali Kota H Wahidin Halim memimpin Kota Tangerang. Banyak program pembangunan prestisius telah dilaksanakan. Segudang prestasi pun diperoleh. Dan di usia kepemimpinannya ini, Sang Wali Kota tetap bekerja profesional. Inilah sebuah pengabdian tiada henti dari seorang birokrat tulen.
 
Diketahui, Wahidin Halim terpilih sebagai Wali Kota Tangerang pada tahun 2003-2004. Saat itu, sistem pemilihan wali kota masih dilakukan oleh wakil rakyat di parlemen, yakni DPRD.
Ketika itu, ada tiga kandidat calon Wali Kota dan wakil Wali Kota, antara lain pasangan Fakhrudin-Sadjiran Tarmiji,  Rusman Umar-Mad Sani Mahmud dan Wahidin Halim-Deddy Syafei.
 
Dalam proses pemilihan itu, pasangan Wahidin Halim-Deddy Syafei unggul telak dengan memperoleh 34 suara. Sedangkan, kedua lawannya masing-masing hanya mendapat empat suara. Inilah kemenangan warga Kota Tangerang.

Dukungan mayoritas yang diperoleh mantan Sekda itu, menunjukkan kalau figure Wahidin  dipercaya dapat membawa Kota Tangerang ke arah yang lebih baik. Dan itu benar.
Pasca dilantik sebagai Wali Kota Tangerang, pria kelahiran 14 Agustus 1954 ini langsung unjuk gigi atas kemampuannya.

Meski salah satu buku yang ditulisnya berjudul “Tak Gampang Mengurus Kota Tangerang”, tapi program-program pembangunan yang dibuatnya menunjukkan kalau dia sangat ahli mengurus urusan pemerintahan.

 Tapi Wahidin tak hanya pandai membuat program pembangunan yang pro rakyat.
Pria yang saat ini tengah menyelesaikan program doktoralnya itu juga pandai merampungkan program pembangunan yang dibuat pendahulunya, seperti meneruskan pembangunan infrastruktur jalan pinggir sungai Cisadane.
 
Gaya kepemimpinan Wahidin yang merakyat membuat dia mudah menyerap apa maunya masyarakat. Tak sulit bagi Wahidin mengetahui keinginan rakyatnya. Aspirasi masyarakat Kota Tangerang inilah yang kemudian menjadi dasar bagi Wahidin dalam membuat program pembangunan.
 
 Ada segudang program pembangunan pro rakyat dibuat. Antara lain dalam bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.
 
Dalam bidang pendidikan, sedikitnya ada tiga program pembangunan spektakuler yang dibuat Wahidin. Antaralain program pembangunan 221 sekolah baru, meniadakan biaya sumbangan pembangunan pendidikan atau SPP dan peningkatan kesejahteraan guru.
 
Program pembangunan 221 sekolah berhasil mendapat apresiasi dari Presiden RI Dr H Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan, SBY sendiri yang meresmikan pembangunan megaproyek itu pada awal bulan Januari 2007 lalu.
 
“Kebijakan Kota Tangerang menganggarkan 48% dari total APBD Tahun Anggaran 2005 merupakan kebijakan yang tidak keliru. Bahkan patut dicontoh oleh daerah lainnya, saya merasa bangga dan memberikan apresiasi kepada Wali Kota Tangerang (Wahidin Halim),” kata SBY saat memberikan sambutan peresmian kala itu.
 
Ya, sejak kepemimpinan Wahidin, alokasi anggaran pendidikan memang meningkat tajam. Tak hanya 20 %  seperti yang diamanatkan undang-undang.
Tetapi jauh lebih besar dari itu yakni hampir setengah APBD. Wahidin mengalokasikan 45 persen anggaran APBD untuk pendidikan. Ini adalah angka pengalokasian tertinggi dalam bidang pendidikan secara nasional.
 
Tak berhenti sampai disitu. Selain membangun fisiknya, Wahidin juga sangat memperhatian soal kesejahteraan guru. Sebelum ia memimpin Kota Tangerang, uang insentif untuk guru hanya Rp50 ribu. Namun, setelah dia memimpin yakni mulai tahun 2003 hingga sekarang, uang insentif guru terus meningkat. Tahun ini, untuk setiap bulannya, para guru negeri maupun swasta mendapatkan uang insentif sebesar Rp500 ribu.
 
Pada Februari 2009, dunia pendidikan Kota Tangerang kembali mendapatkan apresiasi dari Presiden SBY. Saat itu SBY memberikan bantuan senilai Rp 1,8 miliar kepada SMKN 3 Kota Tangerang atas prestasinya sebagai sekolah yang berhasil meraih predikat ISO 9001-2008 dari Worldwide Quality Assurance.
 
Ini adalah SMKN pertama di Indonesia yang mendapat ISO. “Saya merasa bangga karena bisa berkunjung ke SMKN 3, yang merupakan salah satu sekolah berprestasi,” ujar Persiden SBY.
 
Dalam kunjungan itu, SBY memuji lagi kinerja Wali Kota Wahidin. Bahkan saat kunjungan itu, SBY meminta Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah berbangga dengan prestasi yang telah dicapai Kota Tangerang dalam bidang pendidikan. “Selamat kepada saudara Wali Kota Tangerang yang telah menselaraskan pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan, sehingga keberhasilannya sangat tampak sekali,” puji sang Presiden.
 
Dalam bidang kesehatan, ada dua program spektakuler. Pertama, menggratiskan biaya kesehatan untuk seluruh masyarakat Kota Tangerang dan pembangunan 1000 Posyandu serta pemberian uang insentif kepada kader Posyandu.
 
Program menggratiskan biaya kesehatan untuk seluruh warga kota dimulai tahun ini. Siapa saja warga kota yang sakit dapat berobat gratis di puskesmas dan rumahsakit yang telah bekerja sama dengan pemerintah kota. Biaya rawat inap pun digratiskan bagiwarga kota, kaya maupun miskin, asal di kelas 3. Pada tahun ini juga, Pemkot membangun Rumah Sakit Umum Kota (RSUK) tanpa adanya kelas.
 
Selain program-program spektakuler di dua bidang itu, yakni pendidikan dan kesehatan, Wahidin juga banyak membuat terobosan program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, seperti pemberian insentif kepada ketua RT dan RW.
 
Di bidang kebersihan, Wahidin berhasil mendapat pengharhaan dari Presiden SBY  atas prestasi menyusun Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) 2010 di Istana Presiden. Wahidin mengungkapkan, dengan diraihnya penghargaan ini, menunjukkan bahwa Kota Tangerang benar-benar concern dan tak main-main dalam hal pengelolaan kebersihan dan lingkungan hidup, serta selalu mengajak masyarakat terlibat di dalamnya.
 
Segudang program pembangunan yang pro rakyat itu dibuat Wahidin semata-mata bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat Kota Tangerang. Namun, demikian, hal itu tak membuatnya besar kepala. Wahidin tetap bekerja dengan keras, melayani masyarakat dengan baik dan menyelesaikan amanah yang diberikan rakyat ini sampai akhir masa jabatannya, 2013 mendatang.
 
 
NASIONAL
Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41

Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.

BANDARA
Liburan ke Tanjung Lesung Banten Kini Bisa Naik Bus Damri dari Bandara Soetta, Ini Jadwal dan Tarifnya

Liburan ke Tanjung Lesung Banten Kini Bisa Naik Bus Damri dari Bandara Soetta, Ini Jadwal dan Tarifnya

Jumat, 9 Oktober 2026 | 20:02

Akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, kini semakin praktis. Perum DAMRI secara resmi mengoperasikan rute pemadu moda baru yang menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang langsung ke Tanjung Lesung

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill