Connect With Us

Kegiatan Terakhir Sri Sebelum Ditemukan Tewas di Bandara Soetta

Sumber Liputan6.com | Kamis, 20 November 2014 | 11:08

Sri Wahyuni (Facebook) (Istimewa / TangerangNews)

TANGERANG-Akhirnya identitas mayat wanita di dalam mobil Freed abu-abu dengan nomor polisi B 136 SRI yang ditemukan di parkiran terminal 2 d Bandara Soekarno Hatta terkuak. Adalah Sri Wahyuni (42).
 
Identitas itu terungkap oleh suami korban, Yan Arief Siregar (42) yang mendatangi ruang pemulasaran jenazah RSCM, Jakarta Pusat. Menurut Yan, sang istri Sri pergi sejak Jumat 14 November, dan saat itu mengatakan ingin makan malam bersama anak-anaknya.
 
"Jumat malam komunikasi terakhir pergi makan malam jam 20.00 WIB. Ya sama anak-anak juga. Saat itu saya juga telepon anak-anak," kata Yan di RSCM, Jakarta Pusat, Rabu (19/11/2014).
 
Selanjutnya, Yan mengaku tak memiliki firasat kepergian sang istri. Dari pergi makan malam tersebut, menurut Yan, Ibunda Anggia kembali menghubunginya dan mengaku akan pergi jalan bersama temannya.
 
Lagi-lagi Yan tak menaruh curiga. Sebab korban memang biasa pergi bersama teman-temannya untuk menyalurkan hobi traveling.
 
"Ibu suka pergi Selasa balik Jumat. Balik Jumat abis makan malam bareng anak itu, langsung minta izin lagi ke rumah temen untuk pergi," ungkap Yan.
 
Yan juga mengatakan, dirinya tidak bisa melihat adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh sang istri. Selain sudah menghitam dan membengkak, ayah Anggia ini mengaku belum mendapat keterangan detail dari pihak kepolisian.
 
"Pakai kaca mata, duduknya di bangku di sebelah supir," kata Yan.
 
Sementara itu, petugas kepolisian dari Bandara mengatakan, agak sulit untuk mendapatkan hasil identifikasi awal dari jenazah korban. Untuk bekas jeratan atau tanda kekerasan lainnya masih harus melalui hasil autopsi.
 
Polisi yang enggan disebutkan namanya itu juga masih menanti hasil autopsi korban.
 
"Prediksi awal korban sudah 5 hari tewas. Badan kurus udah membengkak jadi sulit. Untuk jeratan belum bisa dipastikan, soal kepala sampai leher sudah hitam," ungkap petugas kepolisian yang mengenakan baju merah.

 
OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

KOTA TANGERANG
Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:06

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill