Connect With Us

Pengelola Bandara Akui Keterbatasannya

| Kamis, 20 Mei 2010 | 18:43

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (tangerangnews / dens)


TANGERANGNEWS-Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II mengakui keterbatasannya dalam menerapkan peraturan yang mengakibatkan bandara itu terlihat semerawut.
 
Kepala Dinas Pengamanan Obyek Vital dan  Perimeter Bandara Soekarno-Hatta Roch Agus mengatakan,  pihaknya memang memiliki keterbatasan dalam menjalankan aturan yang ada. Misalnya, kata Agus, ketika pihaknya melakukan penindakan terhadap calo, porter liar dan pedagang asongan, sanksinya hanya didata.
 
Setelah dilakukan pemeriksaan dengan menyita barang bukti, petugas lalu melepaskannya lagi. "Kita hanya bisa menahannya kurang dari 24 jam. Itu semua karena payung hukumnya memang tidak ada," ujar Roch Agus, kemarin saat audiensi dengan wartawan.
 
Agus mengatakan, itu karena pihaknya hanya menjalankan pelaksaan apa yang diatur oleh regulator Bandara Internasional Soekarno-Hatta yakni Administrator Bandara. "Kita hanya melaksakan sesuai aturan saja, adapun pembuat kebijakan dalam pelanggaran aturan adalah pemerintah daerah, administrator dan pihak kepolisian bandara," tegasnya.  
 
Sementara itu, Kepala Admnistrator Bandara Edward Silooy sebagai regulator yang paling bertanggung jawab di bandara itu pun seulit dihubungi. Beberapa kali dihubungi, Edward selalu menyatakan dirinya sedang sibuk dan tengah menggelar rapat . “Maaf saya sedang rapat,” ujarnya.  Pantauan Seputar Indonesia, kesemerawutan Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak hanya diganggu oleh para pelanggar aturan yang menawarkan berbagai macam dagangan di setiap terminal. Tetapi lahan parkir yang tidak mencukupi menjadi pemicu masyarakat untuk memarkirkan kendaraannya disembarang tempat.
 
Belum lagi soal penjemput, misalnya di terminal 2 D dan E, yang tidak menunjukan suasana terminal Internasional kecuali sejumlah orang asing yang bersesakan menunggu bagasi mereka. Di Bandara ini keluar dari pintu pesawat, sejumlah penjemput sudah menunggu di depan lorong. Padahal area itu masih area internasional yang mestinya restricted dan steril dari unsur-unsur domestik seperti penjemput atau calo. Anehnya beberapa penjemput justru ‘dikawal’ oleh petugas beberapa instansi di bandara sendiri yang seharusnya bertanggung-jawab dengan keamanan dan kenyamanan bandara. Sampai dilobi terminal, di pojok-pojok gelap berkumpul sejumlah calo barang Korea . Beberapa di antaranya malah memakai safari atau pakaian dinas berlaku seolah menjemput atasannya. (dira)
 
 

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Senin, 29 Juni 2026 | 19:00

Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.

BANDARA
AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:31

AirNav Indonesia dan Airservices Australia (ASA) resmi menutup rangkaian program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Kota Tangerang.

KAB. TANGERANG
Warga Libur Sekolah Nonton Helikopter Water Booming di Kebakaran TPA Jatiwaringin

Warga Libur Sekolah Nonton Helikopter Water Booming di Kebakaran TPA Jatiwaringin

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:42

Ketika proses pemadaman kebakaran menggunakan helikopter di TPA Jatiwaringin menjadi daya tarik tersendiri, terutama di mata anak-anak yang sedang menikmati masa libur sekolah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill