Mahasiswa Gelar Demo di Tiga Titik Hari Ini, Polisi Turunkan Ribuan Personel Pengamanan
Senin, 4 Mei 2026 | 11:52
Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.
TANGERANGNEWS.com-Ratusan amunisi dan puluhan pucuk senjata api (senpi) hasil sitaan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) diserahkan kepada Polres Bandara.
Kepala Bea dan Cukai Bandara Soetta Gatot Sugeng Wibowo menjelaskan rincian barang sitaan tersebut yakni senpi 22 pucuk, amunisi 101 butir dan 211 spare part.
"Senpi dan pelurunya itu, sudah berada di gudang Bea dan Cukai sejak lama. Berasal dari barang kiriman yang tak memenuhi dokumen kemudian disita," katanya, Selasa 24 September 2024.
Sementara, Kapolres Bandara Soekarno Hatta, Kombes Pol Roberto GM Pasaribu menjelaskan pihaknya akan menindak lanjuti barang yang diserahterimakan Bea Cukai dalam bentuk penyelidikan.
"Kami akan menerima permasalahan yang memiliki muatan pelanggaran Undang-undang Darurat terkait amunisi, senjata dan spare part. Kemudian akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut dimusnahkan lebih dari 9 ton barang sitaan dari tahun 2023 hingga 2024.
Mulai dari 231 sex toys hasil kiriman luar negeri, 331.754 batang rokok ilegal, 143.5 Kg berbagai macam produk olahan makanan dan minuman, dan lain sebagainya, dengan total kerugian negara sekitar Rp2 miliar.
Selain dimusnahkan di kantor Bea dan Cukai, sisanya akan dimusnahkan oleh pihak ketiga PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) selaku Perusahaan penyedia jasa pemusnahan, berlokasi di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.
TODAY TAGMahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMPN 7 Kota Tangerang Selatan, Rabu 29 April 2026.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews