Connect With Us

Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 209 Penerbangan Dibatalkan

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 6 September 2026 | 09:07

Penumpang periode Lebaran 2026 di Bandara Soekarno-Hatta. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang, menghentikan sementara seluruh operasional penerbangannya pada Minggu, 6 September 2026, mulai pukul 01.30 hingga 09.30 WIB.

Kebijakan darurat ini diambil menyusul adanya potensi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengancam keselamatan penerbangan.

"Penutupan sementara ini didasarkan pada Notice to Airmen (NOTAM) Nomor A3341/26," kata Yudistiawan, Asst. Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta.

Berdasarkan data penerbangan pada periode 6 September 2026 pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB, terdapat 209 pergerakan pesawat yang terjadwal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dibatalkan (cancel).

Jumlah tersebut terdiri dari 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.

Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan penanganan operasional dan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan dengan baik selama kondisi tersebut.

Sebagai langkah antisipasi terhadap penumpang yang terdampak, Bandara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) dengan menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang.

"Bandara juga menyiapkan bus di setiap terminal untuk mendukung mobilitas penumpang menuju hotel, melalui koordinasi dengan maskapai," terang Yudistiawan.

Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung turut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan penumpang selama periode penutupan sementara.

Posko di Terminal 1B juga telah dibuka untuk memudahkan koordinasi dan penanganan kondisi operasional di lapangan.

Di sisi layanan komersial, manajemen juga telah berkoordinasi dengan para tenant di terminal untuk memastikan operasional layanan dapat berlangsung selama 24 jam. "Jadi kebutuhan penumpang selama periode penutupan sementara dapat tetap terlayani," ujar Yudistiawan.

Koordinasi dengan stakeholder terus dilakukan terkait dalam menangani dampak penutupan sementara, termasuk penyesuaian jadwal penerbangan dan penanganan penumpang.

Langkah pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi abu vulkanik dan aspek keselamatan penerbangan.

"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum menuju bandara," ujar Yudistiawan.

Untuk informasi kebandarudaraan dan bantuan lebih lanjut, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172.

TEKNO
Mengenal Teknologi Photobiomodulation (PBM) untuk Perawatan Kulit Tingkat Sel

Mengenal Teknologi Photobiomodulation (PBM) untuk Perawatan Kulit Tingkat Sel

Jumat, 4 September 2026 | 22:14

Industri estetika medis dan dermatologi global kini tengah mengalami pergeseran paradigma (shifting).

PROPERTI
Sinar Mas Land Luncurkan Klaster Mewah Gaya American Classic Mulai Rp1,3 Miliar

Sinar Mas Land Luncurkan Klaster Mewah Gaya American Classic Mulai Rp1,3 Miliar

Kamis, 3 September 2026 | 19:03

Pasar rumah tapak di kawasan Jabodetabek menunjukkan daya tahan yang positif sepanjang tahun 2026. Berdasarkan riset Leads Property, penjualan rumah tapak di wilayah ini mencapai 2.585 unit pada kuartal II 2026

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

TANGSEL
Proyek Pengenali Banjir dan Longsor di Tangsel Baru 30 Persen, Pilar Minta Dikebut Sebelum Musim Hujan

Proyek Pengenali Banjir dan Longsor di Tangsel Baru 30 Persen, Pilar Minta Dikebut Sebelum Musim Hujan

Kamis, 3 September 2026 | 20:13

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah mengerjakan pembangunan turap dan bronjong di tiga titik wilayah rawan banjir dan longsor.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill