Connect With Us

Pengusaha Kargo Protes Kenaikan Tarif RA

| Kamis, 1 Desember 2011 | 18:51

Aktifitas di Gudang Kargo Bandara Soekarno-Hatta. (tangerangnews / rangga.)


TANGERANG-Para pengusaha yang bergerak di bidang pengiriman barang, protes atas kenaikan tarif regulated agent (RA) oleh Kementerian Perhubungan, yang naik cukup tinggi per 1 Desember 2011.

"Persoalan tarif ini belum diputus, masih digodok oleh pemerintah, KPPU, dan YLKI, kenapa tiba-tiba dinaikkan," ucap Hari Sugiandhi dari PT Rush Cargo Nusantara, Kamis (1/12), di Bandara Soekarno - Hatta.

Menurut Hari, kebijakan tarif RA ini diberlakukan sejak 4 Juli 2011. Kebijakan tersebut diterapkan dengan tujuan untuk memperketat keluar-masuknya barang di Bandara.

Karena melalui kebijakan itu pemeriksaan barang menjadi dua kali, namun akibat kebijakan itu pengusaha kargo jadi mengeluarkan biaya lebih. Hal inilah yang memberatkan mereka.

Saat awal penerapannya, untuk pengiriman barang internasional dikenakan Rp 60/kg, tapi kini menjadi Rp 440 - Rp 450/kg, sedangkan untuk pengiriman domestik dari Rp 60/kg menjadi Rp 350 - Rp 450/kg.

"Biaya pengiriman menjadi membengkak. Ini yang membuat kami gusar," ucap Hari.

Menurut Hari, pembahasan tarif RA yang baru ini belum pernah dilakukan. Karena itu para pengusaha sangat kaget karena secara tiba-tiba pemerintah mengeluarkan kebijakan kenaikan tarif itu per 1 Desember.

"Sudah tiga kali pembahasan masalah tarif ini dibatalkan sepihak oleh pemerintah. Tapi pada 29 November, keluar pemberitahuan soal tarif baru ini," tandasnya.

Hendra dari Pratama Line Logistik, menyatakan, jika biasanya mengirim barang sebanyak 5 ton ke Singapura dengan biaya pemeriksaan barang sekitar Rp 3 juta, maka mulai hari ini pihaknya terpaksa pergi ke bank untuk mengambil uang hingga belasan juta rupiah, akibat kenaikan tarif RA baru itu.

"Parah ini, seperti pemerasan. Boleh saja naik, tapi yang wajar. Jangan setinggi ini," ucap Hendra.

Hendra juga mengungkapkan, meskipun RA sudah diterapkan, barang berbahaya tetap lewat dari pemeriksaan. Padahal tujuan awal kebijakan itu, kata Kementerian Perhubungan, untuk mencegah masuknya barang yang berbahaya dan dilarang.

"Banyak kasus, barang yang tidak boleh tetap masuk. Jadi kebijakan RA ini tidak efektif. Hanya kebijakan mencari uang," ucapnya.

Sementara itu, PT Angkasa Pura II, yang juga memiliki perusahaan RA, menyatakan pihaknya hanya mengikuti kebijakan Kementerian Perhubungan.

"Kami ikuti aturan saja,"ucap I Ketut Fery Utameyasa, Manajer Public Relation  PT AP II.

Fery mengatakan, meskipun terjadi penolakan dan protes dari pengusaha kargo, kegiatan bongkar-muat tidak terganggu alias berjalan normal. "Belum ada laporan yang menghentikan bongkar-muat. Semua normal saja," ucapnya.(DRA)

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill