KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNews.com-Aliansi masyarakat peduli banten (AMPB) meminta jajaran DPP PDIP agar tidak mencalonkan gubernur atau wakil gubernur Banten dari keluarga dinasti dan yang tengah mencoba bangun dinasti baru yang korupsi.
Permintaan ini disampaikan AMPB dalam suratnya yg ditujukan ke ketua umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri.
"Kami harapkan tidak lagi ada kerjaan di Banten yang korup," ujar Mahfud Juru Bicara AMPB.
AMPB yang merupakan gabungan dari sejumlah ormas dan LSM di antaranya ikatan keluarga bima Tangerang (IKTB), ikatan keluarga Lahat Tangerang, Paguyuban Banyumas, LSM Biak, LSM Gerhana menyatakan sikap politiknya di hadapan media, di kawasan Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Minggu (28/8).
AMPB menilai pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten yang akan berlansung pada 2017 mendatang diharapkan dapat melahirkan pemimpin yan bersih dari tindak korupsi dan memiliki integritas tinggi untuk membagun Banten.
"Untuk melahirkan pemimpin yg bersih itu maka PDIP salah satu parpol besar di Banten yg bakal ikut dalam Pilkada Banten harus memasangkan calon pemimpin pemerintahan Provinsi Banten setidakya memenuhi empat kriteria, yakni bukan dari keluarga dinasti korup, berpengalaman memimpin pemerintahan, dekat dengan ulama dan elemen masyarakat lainnya serta memilik integritas tinggi untuk membangun Banten," tuturnya
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGGubernur Banten Andra Soni menargetkan alokasi anggaran bantuan sosial (bansos) akan mengalami peningkatan pada tahun 2027 mendatang, sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial dan menekan angka kemiskinan.
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews