Pindah Rumah Belum Tentu Harus Ganti KTP dan KK, Ini Penjelasannya
Senin, 27 Juli 2026 | 14:28
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TANGERANGNews.com-Terpidana kasus suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, yakni Ratu Atut Chosiyah yang merupakan mantan gubernur Banten terlihat masih berpenampilan modis di dalam Lapas Wanita Tangerang, Senin (12/09/2016).Dia masih bermake up menor dan jika dia pergi kemana pun harus dipayungi oleh warga binaan yang berlaku seperti ajudannya.

Pada Idul Adha tahun ini, Ratu Atut yang juga disangkakan dengan sejumlah kasus korupsi dan terkenal dengan politik dinasti di Banten itu menyumbangkan dua ekor sapi untuk dibagikan kepada seluruh penghuni lapas di Tangerang.
Kebaikan Atut dipuji teman lapasnya, termasuk Kalapas Wanita Tangerang Cipriana Murbihastuti.
“Ya ini kita gabungkan, hasil kolektif warga binaan," ujarnya. “Tapi itu bukan semua dari dia (Atut), ada sumbangan dari adiknya Wali Kota Tangsel Airin satu ekor, jadi dua ekor keluarga dia, satu hasil koletifan warga binaan,” katanya.

Sebelumnya, dalam event peringatan 17 Agustus 2016 yang digelar di Lapas Wanita Tangerang lalu, Atut juga tampil dengan penampilan yang berbeda dengan terpidana lainnya. Padahal umumnya penghuni lapas berpakain seadanya.
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TODAY TAGFestival Cisadane 2026 mencatatkan capaian yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Selama lima hari pelaksanaan, ajang budaya tahunan di Kota Tangerang itu berhasil menarik sekitar 139.682 pengunjung
Bagi masyarakat Kota Tangerang yang merasa terganggu oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan hingga mencaplok fasilitas umum seperti trotoar, badan jalan, taman, maupun ruang publik lainnya, dapat melaporkannya langsung ke Satpol PP.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews