Satu unit bus Murni Jaya terbalik hingga mengakibatkan tiga tewas ditempat serta 27 penumpang yang ada di dalamnya terluka.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (18/03) pagi di Desa Pipitan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
(@tangerangnews 2017 / Rusdy)
TANGERANGNEWS.com-Kecelakaan terjadi di Tol Tangerang-Merak Km 63 arah Jakarta.Satu unit bus Murni Jaya terbalik hingga mengakibatkan tiga tewas ditempat serta 27 penumpang yang ada di dalamnya terluka. Peristiwa itu terjadi padaSabtu (18/03) pagi di Desa Pipitan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
"Jumlah korban bus Murni Jaya 30 orang, tiga orang tewas di lokasi termasuk sopir. Sedangkan 27 korban luka-luka sudah dirawat tim medis Rumah Sakit Sari Asih," ujar Panit Laka Ditlantas Polda Banten Ipda Pujianto kepada wartawan, Sabtu (18/3/2017) sore.
Ditlantas Polda Banten menyampaikan, tiga korban tewas bernama Hasim Ashari (26), warga Kampung Tenjolaya Pasir, RT 03/12, Kelurahan Kabayan, Kabupaten Pandeglang (Sopir).
Sedangkan dua korban lainnya adalah penumpang bernama Zaenudin (39), warga Kampung Pulo Nagreg, Rt02/02, Desa Rajeg Mukya, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang; dan Nurfatihah (33), warga Cipacung Masjid Rt 01/03, Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.
Penyebab Murni Jaya terbalik diduga akibat sang sopir ugal-ugalan. Sehingga saat hujan sedang mengguyur jalan tersebut, sopir tak bisa mengendalikan kendaraan.
Gubernur Banten Andra Soni menargetkan alokasi anggaran bantuan sosial (bansos) akan mengalami peningkatan pada tahun 2027 mendatang, sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial dan menekan angka kemiskinan.
Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""