Connect With Us

Dokter Sebut Akupuntur Bisa Jadi Solusi Alternatif untuk Pasangan Pejuang Dua Garis

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 15 Mei 2025 | 09:40

Ilustrasi akupuntur (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Ketika berbagai upaya program kehamilan belum membuahkan hasil, banyak pasangan mulai melirik terapi alternatif seperti akupuntur. 

Pasalnya, metode ini dinilai minim efek samping, serta terbukti ilmiah mampu meningkatkan peluang kehamilan secara alami.

Dokter Spesialis Akupuntur di Bethsaida Hospital Serang dr. Suci Purnama, Sp.Ak menjelaskan, Amakupuntur sendiri merupakan metode pengobatan tradisional asal Tiongkok yang dilakukan dengan cara menusukkan jarum tipis di titik-titik tertentu pada tubuh. 

Terapi ini bertujuan menyeimbangkan aliran energi tubuh, sekaligus merangsang sistem saraf, hormonal, dan peredaran darah agar lebih optimal.

"Akupuntur bekerja dengan menyeimbangkan hormon reproduksi, memperbaiki aliran darah ke ovarium dan rahim, serta menurunkan tingkat stres, yang semuanya berpengaruh besar terhadap keberhasilan program kehamilan," bebernya.

Sejumlah penelitian pun mendukung efektivitas terapi ini dalam mendukung kesuburan. Akupuntur dapat membantu meningkatkan kualitas dan jumlah sel telur, menstabilkan siklus menstruasi, menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol, memperkuat lapisan dinding rahim (endometrium), serta mendukung proses ovulasi alami. 

Bahkan, terapi ini juga kerap digunakan untuk mengoptimalkan peluang keberhasilan pada pasien yang menjalani program bayi tabung (IVF) atau inseminasi buatan (IUI).

Secara fisik maupun emosional, banyak pasien yang merasa lebih baik setelah menjalani akupuntur secara rutin. Tubuh terasa lebih relaks, tidur menjadi lebih nyenyak, siklus haid lebih teratur, serta emosi lebih stabil. 

Hal-hal tersebut berdampak besar terhadap kesiapan tubuh dan pikiran dalam menghadapi proses kehamilan.

"Pasien datang dalam kondisi lelah secara fisik dan mental setelah bertahun-tahun menjalani program hamil. Dengan terapi akupuntur yang tepat, mereka mulai merasa tubuhnya kembali terkendali dan lebih siap menerima kehamilan," kata dr. Suci.

Terapi ini direkomendasikan untuk pasangan yang sudah lama menjalani promil tanpa hasil, perempuan dengan masalah hormon atau PCOS, pasien program IVF/IUI, serta perempuan berusia di atas 35 tahun yang ingin memperbesar peluang hamil. 

Idealnya, terapi dilakukan selama minimal tiga bulan dengan frekuensi satu hingga dua kali seminggu, tergantung dari kondisi masing-masing pasien.

Oleh karena itu, Bethsaida Hospital Serang menghadirkan Klinik Akupuntur sebagai pusat layanan terapi berbasis pengobatan Timur yang dikombinasikan dengan teknologi medis modern. 

Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirtamulya mengatakan, klinik ini dirancang khusus untuk mendukung program kehamilan, sekaligus mengatasi berbagai kondisi medis lainnya secara aman dan holistik.

"Dilengkapi dengan tenaga ahli, ruang terapi eksklusif, serta dukungan fasilitas rumah sakit digital, kami percaya layanan ini dapat menjadi salah satu kunci keberhasilan program kehamilan pasien," tutupnya.

BISNIS
Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:30

Bulan suci Ramadan 2027 tinggal beberapa bulan lagi. Moment ini biasanya dimanfatkan banyak orang untuk berjualan mulai dari takjil, busana muslim dan beragam produk lainnya.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

KOTA TANGERANG
Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:28

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill