TANGERANGNEWS.com-Arus mudik lebaran tahun 2026 di wilayah Provinsi Banten diperkirakan mulai meningkat pada Jumat 13 Maret hingga 17 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 hingga 28 Maret 2026.
Untuk mengamankan momen arus mudik dan balik tersebut, Polda Banten mulai menggelar Operasi Ketupat Maung 2026.
Dalam operasi ini, sebanyak 3.972 personel gabungan dikerahkan dan 57 pos pengamanan serta pelayanan disiagakan di sejumlah titik strategis.
Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan Operasi Ketupat Maung merupakan operasi kemanusiaan yang melibatkan berbagai unsur seperti TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga instansi terkait lainnya.
Polda Banten menyiapkan 57 pos yang terdiri dari 39 pos pengamanan, 10 pos pelayanan, enam pos terpadu, serta dua pos penanggulangan bencana.
"Pos dibangun di Lebak, Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kabupaten Tangerang," ujarnya.
Selain pengamanan jalur darat, pengamanan juga difokuskan pada pelabuhan yang menjadi titik penting arus mudik, seperti Pelabuhan Ciwandan, Krakatau Bandar Samudera, serta Bandar Bakau Jaya Bojonega
Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan call center 110 yang aktif selama 24 jam untuk melaporkan gangguan keamanan atau meminta bantuan kepolisian.
“Kami juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang mudik. Kendaraan roda dua maupun roda empat dapat dititipkan di kantor polsek, polres, maupun polda agar lebih aman selama ditinggal,” kata Hengki.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, keamanan dan kenyamanan masyarakat saat mudik Lebaran menjadi prioritas pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026.
“Operasi ini menjadi bentuk kesiapsiagaan dan sinergi seluruh unsur pengamanan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran,” katanya.
Pemprov Banten mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Maung dengan menurunkan 221 petugas kesehatan, 186 petugas Dinas Perhubungan, serta 180 personel Satuan Polisi Pamong Praja.
Selain itu, posko pemantauan serta 13 pos pengaturan lalu lintas dibuat untuk membantu kelancaran mobilitas kendaraan selama masa mudik.
“Kita ingin masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman, tertib, dan nyaman. Sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan penuh sukacita dan kembali ke tempat aktivitasnya dengan selamat,” ujarnya.