Connect With Us

Ritual Usir Jin Jadi Kedok Guru Ngaji di Tangerang Rudapaksa 4 Murid Perempuan

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 27 April 2026 | 21:01

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhamad Indra Waspada Aminullah. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNWS.com-Kedok aksi bejat guru ngaji berinisial AK, 33, di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, akhirnya terbongkar.

Pria yang seharusnya menjadi teladan ini diringkus polisi setelah diduga kuat melakukan tindak rudapaksa terhadap empat murid perempuannya dengan dalih ritual pembersihan gaib.

Pelarian AK berakhir di Kecamatan Pakuhaji pada Sabtu, 25 April 2026. Penangkapan ini dilakukan tim Satreskrim Polresta Tangerang setelah menerima laporan dari keluarga korban yang tidak terima atas perlakuan bejat pelaku.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhamad Indra Waspada Aminullah mengatakan aksi bejat tersebut dilakukan di lingkungan tempat pelaku mengajar.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku melancarkan aksinya di kamar mandi tempat ia mengajar ngaji. Perbuatan ini diketahui telah berlangsung sejak Oktober 2025," ujar Indra pada Senin, 27 April 2026.

 

Kedok Ritual Pembersihan Jin

Modus yang digunakan pelaku tergolong licin. Untuk mengelabui dan memaksa para korban, AK berdalih bahwa para korban tersebut memiliki aura negatif atau gangguan mahluk halus.

"Modus pelaku melakukan persetubuhan adalah dengan dalih ritual untuk membersihkan jin di dalam tubuh korban," jelas Kapolresta.

Di bawah ancaman dan manipulasi spiritual itulah, para korban yang masih di bawah umur tidak berdaya melawan.

 

Terbongkar Akibat Kecurigaan Orang Tua

Kasus ini mulai terendus pada Jumat, 24 April 2026. Kecurigaan bermula saat salah satu orang tua korban merasa aneh karena anaknya mendadak mogok mengaji selama satu minggu penuh.

Setelah didesak dan ditanya secara mendalam, sang anak akhirnya menangis dan menceritakan trauma hebat yang dialaminya. Bak fenomena gunung es, ternyata korban bukan hanya satu orang.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada empat santriwati yang melapor, dan polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain.

 

Ancaman Penjara 15 Tahun

Atas tindakan keji tersebut, AK kini harus mendekam di balik jeruji besi. Penyidik menjerat tersangka dengan pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Pasal 473 terkait Pemerkosaan jo Pasal 415 terkait Persetubuhan di Luar Nikah dengan Anak di Bawah Umur.

"Tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara," tegas Kombes Pol Indra.

Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan psikologis bagi para korban guna memulihkan trauma yang mereka alami.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:16

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) berhasil naik peringkat dalam jajaran 100 perusahaan terbesar di Indonesia versi Fortune Indonesia 100 Tahun 2026.

BANDARA
Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:53

Maskapai penerbangan Citilink menghadirkan inovasi baru untuk memperkuat pengalaman terbang pelanggannya melalui kolaborasi strategis bersama Krispy Kreme Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill